Terkadang aku menangis. Mengingat dia yang tak akan pernah kembali. Ia yang pernah mengisi hariku. Ia yang terpaksa menjadi sasaran ejekan dari sepupuku karena keluarganya. Itu kejam, aku tahu. Tapi aku tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah sepupuku. Ia sudah begitu sejak lahir. Sepertinya genetika. Tidak ada satu orangpun yang tampaknya bisa mengubahnya.
Yang aku bicarakan adalah Fred Weasley dan Draco Malfoly.
Dan tak ada yang mengira kalau yang aku tangisi itu Draco kan? *asah golok*
Tak akan ada yang percaya kalau aku punya cerita Harry Potter versiku sendiri. Ini bukan bagian dari plagiat lho ya melainkan sebuah kekaguman. Saking sukanya dengan Harry Potter (meski sebenarnya ada kemiripan maksud dengan kalimat cinta tak harus memiliki... yang gak ngerti apa maksudku gak usah tanya. Ini urusan pribadi antara aku, tante Jo dan Rupert Grint #eh), aku ingin menjadi bagian dari ceritanya dan hal itu tidak mungkin terjadi.
Sekilas nih ya tentang cerita Harry Potter di mana ada aku di dalamnya :P
Tuesday, 5 February 2013
Thursday, 31 January 2013
Review : Harry Potter and the Sorcerer's Stone by J. K. Rowling
Penulis : J. K. Rowling
Penerbit : Gramedia
Tebal : 384 Halaman
Terbit : September 2000
Genre : Fantasi
Status : Sewa
HARRY POTTER belum pernah jadi bintang tim Quidditch, mencetak angka sambil terbang tinggi naik sapu. Dia tak tahu mantra sama sekali, belum pernah membantu menetaskan naga ataupun memakai Jubah Gaib yang bisa membuatnya tidak kelihatan.
Selama ini dia hidup menderita bersama paman dan bibinya, serta Dudley, anak mereka yang gendut dan manja. Kamar Harry adalah lemari sempit di bawah tangga loteng, dan selama sebelas tahun, belum pernah sekali pun dia merayakan ulang tahun.
Tetapi semua itu berubah dengan datangnya surat misterius yang dibawa oleh burung hantu. Surat yang mengundangnya datang ke tempat luar biasa, tempat yang tak terlupakan bagi Harry--dan siapa saja yang membaca kisahnya. Karena di tempat itu dia tak hanya menemukan teman, olahraga udara, dan sihir dalam segala hal, dari pelajaran sampai makanan, melainkan juga takdirnya untuk menjadi penyihir besar... kalau Harry berhasil selamat berhadapan dengan musuh bebuyutannya.
Wednesday, 30 January 2013
Wishful Wednesday [6]
Waktunya kembali pada mimpi-mimpi.....
Udah mulai bingung aku berkata-kata... Dan kali ini wishlistku--meninggung sedikit komen mbak Astrid di WW sebelumnya... Kali ini wishlistku (masih) boxset...
Dan wishlistku jatuh pada....
Aku merasa perlu membaca bukunya karena gak ngerti pas nonton film-nya XD
Udah mulai bingung aku berkata-kata... Dan kali ini wishlistku--meninggung sedikit komen mbak Astrid di WW sebelumnya... Kali ini wishlistku (masih) boxset...
Dan wishlistku jatuh pada....
Aku merasa perlu membaca bukunya karena gak ngerti pas nonton film-nya XD
Review : Cirque Du Freak by Darren Shan
Penulis : Darren ShanPenerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 256 Halaman
Terbit : Cetakan III, Januari 2010
Genre : Fantasi
Status : Dulu pinjam kini Beli :D
Mimpi buruk jadi kenyataan...
Sinopsis
Darren Shan hanya anak sekolah biasa—sampai dia mengunjungi Cirque Du Freak. Di pertunjukan orang aneh itu, dia melihat Madam Octa untuk pertama kalinya. Madam Octa adalah labah-labah besar yang bisanya mematikan. Labah-labah ini begitu menakjubkan karena mampu melakukan berbagai keterampilan yang biasanya tidak bisa dilakukan labah-labah lain.
Karena menggemari labah-labah sejak kecil, Darren sangat ingin memiliki Madam Octa. Dia rela melakukan apa saja untuk mencapai tujuan tersebut, walaupun itu berarti harus mencurinya dari vampir.
Darren berhasil mencuri Madam Octa, namun keadaan memburuk ketika Steve, sahabatnya, tergigit labah-labah itu. Kini dia harus meminta penawar racun dari Mr. Crepsley si vampir. Vampir itu bersedia menolong Steve, tapi dengan satu syarat: Darren harus mau ikut berkelana dengannya sebagai asisten vampir.
Wednesday, 23 January 2013
Wishful Wednesday [5]
Ini agak sedikit menyedihkan sebenarnya. Aku menulis posting tentang wishlist sementara posting sebelumnya adalah posting serupa. Yah, aku merasa bersalah pada diri sendiri karena tak meluangkan lebih banyak waktu untuk menulis. Pada akhirnya aku hanya bisa membela diri dengan berkata "aku butuh android" #gakadahubungannya #plak
Oke, langsung saja ya....
Aku kenal Eragon cuma lewat film. Seorang teman sudah lama menyinggung tentang dia jauh sebelum aku mengenalnya. Tapi dia kenal Eragon lewat buku jadi bisa heboh. Aku ya hanya lewat film itu pun karena sekedar *lalu ryana ditimpuk empat buku*
Oke, langsung saja ya....
Aku kenal Eragon cuma lewat film. Seorang teman sudah lama menyinggung tentang dia jauh sebelum aku mengenalnya. Tapi dia kenal Eragon lewat buku jadi bisa heboh. Aku ya hanya lewat film itu pun karena sekedar *lalu ryana ditimpuk empat buku*
Wednesday, 16 January 2013
Wishful Wednesday [4]
Untuk ke empat kalinya aku menulis wishlist. Yah, mau bagaimana lagi kalau kenyataannya memang ada sangat banyak sekali buku yang belum aku baca padahal aku terpikat untuk masuk ke dalam cerita.
Buku kali ini adalah buku yang iklannya pertama kali aku lihat dalam halam terakhir salah satu buku Sherlock Holmes yang temanku sedang baca. Itu saat aku masih sekolah dan berarti sekitar 3 tahun yang lalu sejak tulisan ini dibuat. Dan mereka adalah............
Buku kali ini adalah buku yang iklannya pertama kali aku lihat dalam halam terakhir salah satu buku Sherlock Holmes yang temanku sedang baca. Itu saat aku masih sekolah dan berarti sekitar 3 tahun yang lalu sejak tulisan ini dibuat. Dan mereka adalah............
Lama juga aku ngidam buku ini XD Tapi sampai aku menulis posting ini, serial lengkapnya belum selesai. Si anak terakhir yang menjadi penutup cerita baru terbit di negara asalnya bulam Mei 2013. Ini serial ke dua yang belum selesai namun sudah kudamba....
Tuesday, 15 January 2013
What's In a Name Reading Challenge 2013
Ini langkah baru namanya. Ini tahun pertama aku mengikuti reading challenge. Rasanya ini cara paling ampuh untuk memaksa diri ini membaca dan membabat habis timbunan buku yang jumlahnya sebenarnya tidak seberapa.
Kali ini aku ikut event What's In a Name Reading Challenge 2013 hosted by Ren's Little Corner
Untuk rules lengkapnya, silahkan klik button di atas ^^
Aku memilih Level 3 : You Know My Name. My name is R. Maryana :p
Dan inilah daftar buku yang akan aku baca di tahun 2013. Semoga saja bisa terbaca semua. Daftar ini juga akan diperbaharui mengikuti perkembangan zaman #eh. Mengingat yang ada di daftar ini bukan semua milik pribadi. Ada yang pinjam bahkan berbayar :))
Kali ini aku ikut event What's In a Name Reading Challenge 2013 hosted by Ren's Little Corner
Untuk rules lengkapnya, silahkan klik button di atas ^^
Aku memilih Level 3 : You Know My Name. My name is R. Maryana :p
Dan inilah daftar buku yang akan aku baca di tahun 2013. Semoga saja bisa terbaca semua. Daftar ini juga akan diperbaharui mengikuti perkembangan zaman #eh. Mengingat yang ada di daftar ini bukan semua milik pribadi. Ada yang pinjam bahkan berbayar :))
Sunday, 13 January 2013
Call Me Professor
Aku sudah lulus dari Hogwarts. Hhmm, dua tahun yang lalu aku pergi meninggalkan sekolah yang luar biasa itu. Nilaiku tidak sesempurna nilai Hermione Granger. aku tahu ia tidak lulus dari Hogwarts, tapi lihat saja nilai OWL-nya. Sembilan O dan satu E. Aku ingin sekali kembali ke Hogwarts untuk memperbaiki nilaiku. Terlebih untuk menebus kesalahanku karena aku meninggalkan kelas Ramalan saat kelas tiga. Aku bukannya tidak percaya akan kemampuan Profesor Trelawney, tapi aku hanya tidak mau melihat masa depanku. Biarlah semua itu menjadi kejutan bagiku. Toh, aku juga bisa memperkirakan masa depanku. Apa yang aku lakukan saat ini tentu akan berpengaruh pada masa depanku.
Tapi aku tetap bisa kembali. Kembali untuk menjadi seorang guru.
Coba kita lihat pelajaran apa yang bisa berikan di kelas...
Tapi aku tetap bisa kembali. Kembali untuk menjadi seorang guru.
Coba kita lihat pelajaran apa yang bisa berikan di kelas...
Wednesday, 9 January 2013
Wishful Wednesday [3]
Kali ini aku mau mengungkapkan wishlist-ku yang selanjutnya. Sebenarnya aku ngiler sama banyak buku baru, tapi masih banyak buku lama yang belum aku baca. Yah, kesannya sih agak sedikit kebangetan mengingat cerita serial ini sudah difilmkan menjadi 8 film. Tapi belum semua bukunya aku baca. Rasanya kurang pas kalau tidak membaca bukunya. Dan setelah posting ini dibuat mungkin aku akan segera diusir dari asrama Ravenclaw.
Gila gak sih kalau aku bilang aku belum membabat habis buku-buku ini? XD *lalu mentertawakan diri sendiri *pake mantra perlindungan takut ada yang mau menghajar
Gila gak sih kalau aku bilang aku belum membabat habis buku-buku ini? XD *lalu mentertawakan diri sendiri *pake mantra perlindungan takut ada yang mau menghajar
Monday, 7 January 2013
Review : The Scorch Trials by James Dashner
Penulis : James Dashner
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 516 Halaman
Terbit : Cetakan I, Januari 2012
Genre : Fantasi
Status : Hadiah
Ada dua pilihan :
terus bersembunyi
atau
mencari kebenaran dengan resiko mati
Sinopsis
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 516 Halaman
Terbit : Cetakan I, Januari 2012
Genre : Fantasi
Status : Hadiah
Ada dua pilihan :
terus bersembunyi
atau
mencari kebenaran dengan resiko mati
Sinopsis
Selama ini Thomas keliru. Ada dua Maze. Namun berkebalikan dengan Maze yang dihuninya, Maze lain didiami oleh sekelompok anak perempuan, yang dikenal sebagai Grup B. Bahkan, Teresa yang disangkanya hilang, ternyata justru bergabung di sana. Kini Grup B menantinya dengan tugas khusus : membunuh Thomas! Namun, bukan kematian yang membuatnya jerih, melainkan pengkhianatan Teresa, gadis yang diam-diam dicintainya.
Sementara itu, jumlah para Glader berangsur berkurang. Keadaan di luar Maze lebih mengerikan dari yang mereka duga. Bola baja yang muncul tiba-tiba dari kegelapan, badai gurun pasir yang merajam habis hingga ke tulang, hingga gerombolan Crank haus darah, semakin menciutkan hati mereka. Namun, mereka terus melangkah maju, demi menemukan jawaban dari misteri selama ini, demi menemukan jalan pulang menuju rumah dan keluarga.
Semua kesulitan dan kengerian di Maze, barulah awal dari serangkaian proses kejam dan mendebarkan. Berlanjut di Scorch, percobaan baru mengadang mereka. Untuk bisa lolos, kali ini mereka tak boleh sekadar bermodal nekat. Diperlukan kecerdikan dan ketajaman insting karena musuh-musuh mereka tersembunyi rapat di balik dinding ilusi.
Subscribe to:
Posts (Atom)



