Kutipan Favorit :
"Aku memperlakukan setiap menit yang kuhabiskan bersama keluarga dan teman-teman bagaikan waktu-waktu yang sangat berharga. Aku memperhatikan wajah dan suara mereka dengan cermat, supaya tidak melupakan semua itu. Aku tahu aku takkan pernah melihat mereka lagi dan hal itu membuat hatiku pedih, tapi hal ini memang harus terjadi. Tidak ada jalan kembali." -Darren Shan-

Cirque Du Freak-Buku pertama Darren Shan Saga oleh Darren Shan

Wednesday, 13 January 2016

Review : Dae-Ho's Delivery Service by Pretty Angelia

http://www.goodreads.com/author_blog_posts/9007524-dae-ho-s-delivery-service-diterbitkan-oleh-grasindo-kompas-gramedia-gro
Penulis : Pretty Angelia
Penerbit : Grasindo
Terbit : 14 September 2015
Tebal : 226 Halaman
Genre : Drama
Status : Blogtour

Sinopsis

Han Dae-Ho memutuskan tinggal sendiri di Seoul setelah ia mengetahui bahwa ia bukanlah anak kandung dari kedua orang tua yang ia sayangi.Dua bulan setelah menetap di Seoul, Dae-Ho mendapatkan pekerjaan sebagai pengantar surat. Dae-Ho akhirnya tahu ia bukanlah pengantar surat biasa. Choi Hyun-Ki, bosnya, menyuruhnya menjamin bahwa si penerima surat membaca surat itu.Karena surat-surat itu adalah surat yang tidak pernah disangka akan didapatkan si penerima. Dae-Ho sangat menikmati pekerjaannya. Meski begitu ia tetap sulit melupakan keluarganya. Termasuk Hana, gadis blasteran Korea dan Amerika Serikat yang sangat disukainya. Semakin Dae-Ho lari dari masa lalunya, masa lalu itu ternyata tiba-tiba datang di hadapannya.Dae-Ho pun bertanya-tanya, mengapa ia memerankan sebuah drama yang tidak pernah ingin dilakoninya ini?

Footnote

Ceritanya dimulai dengan berita kematian ibunda Dae-Ho. Dae-Ho yang merasa begitu kehilangan terlebih dengan kenyataan kalau dia adalah anak angkat, membawa Dae-Ho pergi dari kota tempat tinggalnya ke Seoul.

Dae-Ho ingin meninggalkan masa lalunya. Melupakan kenangan yang ia miliki bersama keluarga angkatnya. Ia juga ingin melupakan Hana, perempuan yang disukainya.

Dae-Ho kabur dari rumah. Tanpa pamit ia pergi ke Seoul dan tidak pernah menyalakan handphonennya. Dae-Ho sendirian. Dan saat itulah petualangannya dimulai. Dae Ho mencari pekerjaan dengan browsing di internet. Dae-Ho menemukan lowongan kerja sebagai kurir. Dengan berbekal ijazah seadanya, Dae-Ho ternyata diterima.

Dae-Ho berbeda dengan tukang pos yang lain. Karena Dae-Ho harus memastikan semua orang yang menerima suratnya, membaca isinya. Dae-Ho selalu membacakan isinya karena ternyata memang orang yang menerima surat tidak bisa membacanya sendiri karena berbagai alasan. Hal ini membawa masalah sendiri baginya. Membuat ia disiram air, dikira pedofil, membawa kesedihan karena membawa surat oleh orang yang sudah meninggal.

Dae-Ho tidak hanya membacakan surat tapi juga membantu mereka menyelesaikan masalahnya. Dae-Ho kemudian menjadi punya hubungan khusus dengan mereka. Hubungan yang tidak dimiliki oleh tukang pos lain. Tapi ada satu masalah yang tidak bisa ia selesaikan. Masalahnya sendiri. Masalah yang membuatnya pergi dari rumah.

My Story

Aku ingat bulan September lalu kalau gak salah (itu sih gak ingat, Maryana -_-) teh Atria @ My Little Library mengirim message bertanya padaku apakah aku suka dengan novel dengan nuasa Korea. Kujawab padanya kalau aku tidak masalah dengan nuansa apapun kecuali dua genre (yang sepertinya tidak usah kusebutkan genre apa). Aku bisa melahap cerita nuansa Korea. Hanya satu masalahnya. Aku tidak familiar dengan nama-nama Korea sehingga aku tidak bisa membedakan mana tokoh perempuan dan mana tokoh laki-laki. Aku akan mengetahuinya seiring berjalannya waktu #tsah.

Dan kabar gembira selanjutnya adalah teh Atria mengajakku untuk bergabung dengan blogtour yang akan diadakannya hasil kerjasama dengan penulis dan penerbit. Aku tidak berpikir dua kali untuk mengatakan kalau aku bersedia :D

Sesaat kemudian (tentu saja waktu yang lama itu hanya terasa sekejap saja) bukunya tiba :D



Pin

Aku menyesal aku membaca blurbnya. Entah aku yang melewatkan atau entah seperti itu keadaannya, aku tidak menemukan bagian di mana diceritakan kalau Dae-Ho ini bukan anak kandung di awal cerita. Andai saja hal ini tidak dijelaskan di tulisan yang ada di bagian cover belakang buku, mungkin akan jadi hal yang bikin greget hingga akhir cerita.

Buku ini memang novel, tapi surat-surat yang diantarkan Dae-Ho menjadi penggerak di dalam cerita. Andai saja satu surat dijadikan satu bab, maka beberapa bab dalam buku ini bisa dibaca secara acak. Tidak ada satu surat yang berhubungan dengan surat lain. Meski surat lama ada yang disebutkan di bagian lain cerita.

Bagian menarik dalam buku ini adalah cara Dae-Ho mengantarkan suratnya. Tidak semua membawa kabar bahagia. Atau bisa dibilang semua surat yang Dae-Ho antarkan membawa masalah baginya. Tapi hal itu membawa pelajaran baru bagi Dae-Ho. Bagaimana cara berbicara dengan orang yang tak dikenal, bagaimana cara meyakinkan orang lain, bagaimana menghadapi masalah (karena Dae-Ho juga membantu menyelesaikan masalah yang dibawa oleh surat). Meski Dae-Ho sendiri takut untuk menghadapi masalahnya sendiri.

Isi suratnya beragam mengingat pengirim surat dari anak kecil hingga kakek kakek. Isi suratnya ada yang absurd (?) hingga serius. Beberapa surat membuat terharu. Apalagi tentang persahabatan dan keluarga yang keutuhannya dipertahankan. Surat surat yang ditulis oleh orang yang sudah meninggal (ya, kamu gak salah baca. Ditulis oleh orang yang sudah meninggal), membawa kesedihan sendiri. Surat surat yang bercerita tentang kehilangan membuat Dae-Ho berkenalan dengan kliennya. Sesuatu yang tidak didapat oleh kurir lain.

Settingnya kuat. Didukung juga dengan bahasa dan nama nama Korea. Bila aku memiliki keisengan yang gak penting, aku yakin aku akan menemukan nama nama tempat yang disebutkan di buku ini di google. Koreanya gak asal Korea. Pembaca mungkin tahu kalau ada saja penulis yang tidak mementingkan riset. Paris akan terasa Jakarta.

Dibuku ini gak banyak tokoh utama. Kebanyakan hanya tokoh sekilas yang tidak muncul di bagian lain. Buat aku yang tidak familiar dengan nama-nama Korea, tidak akan kesulitan membaca buku ini. Pokoknya si ini dan si itu XD

About the ending.

Tentu saja akan ada bagian di mana Dae-Ho harus menyelesaikan masalahnya sendiri. Andai saja, kenyataan tentang Dae-Ho bukan anak kandung ini tidak disebutkan di cover, maka apa yang ada di ending ini lebih najong dari yang awalnya kukira. Gak heran buku ini jadi pemenang utama Publisher Searching for Author yang diadakan oleh Grasindo.


Postcard



0 comments:

Post a Comment