Kutipan Favorit :
"Aku memperlakukan setiap menit yang kuhabiskan bersama keluarga dan teman-teman bagaikan waktu-waktu yang sangat berharga. Aku memperhatikan wajah dan suara mereka dengan cermat, supaya tidak melupakan semua itu. Aku tahu aku takkan pernah melihat mereka lagi dan hal itu membuat hatiku pedih, tapi hal ini memang harus terjadi. Tidak ada jalan kembali." -Darren Shan-

Cirque Du Freak-Buku pertama Darren Shan Saga oleh Darren Shan

Thursday, 1 October 2015

Dae-Ho Delivery Service Blogtour and Giveaway

https://www.goodreads.com/book/show/26223247-dae-ho-s-delivery-service

Penulis : Pretty Angelia
Penerbit : Grasindo
Terbit : 14 September 2015
Tebal : 226 Halaman
Genre : Drama
Status : Blogtour

Sinopsis

Han Dae-Ho memutuskan tinggal sendiri di Seoul setelah ia mengetahui bahwa ia bukanlah anak kandung dari kedua orang tua yang ia sayangi.Dua bulan setelah menetap di Seoul, Dae-Ho mendapatkan pekerjaan sebagai pengantar surat. Dae-Ho akhirnya tahu ia bukanlah pengantar surat biasa.Choi Hyun-Ki, bosnya, menyuruhnya menjamin bahwa si penerima surat membaca surat itu.Karena surat-surat itu adalah surat yang tidak pernah disangka akan didapatkan si penerima.... Dae-Ho sangat menikmati pekerjaannya. Meski begitu ia tetap sulit melupakan keluarganya. Termasuk Hana, gadis blasteran Korea dan Amerika Serikat yang sangat disukainya. Semakin Dae-Ho lari dari masa lalunya, masa lalu itu ternyata tiba-tiba datang di hadapannya.Dae-Ho pun bertanya-tanya, mengapa ia memerankan sebuah drama yang tidak pernah ingin dilakoninya ini?


Pin

Ceritanya dimulai dengan berita kematian ibunda Dae-Ho. Dae-Ho yang merasa begitu kehilangan terlebih dengan kenyataan kalau dia adalah anak angkat, membawa Dae-Ho pergi dari kota tempat tinggalnya ke Seoul.

Dae-Ho ingin meninggalkan masa lalunya. Melupakan kenangan yang ia miliki bersama kelurga angkatnya. Ia juga ingin melupakan Hana  perempuan yang disukainya.

Dae-Ho kabur dari rumah. Tanpa pamit ia pergi ke Seoul dan tidak pernah menyalakan handphonennya. Dae-Ho sendirian. Dan saat itulah petualangannya dimulai.

Aku jadi inget pas awal awal lulus sekolah di farmasi, yah samalah ya kayak Dae-Ho. Cari kerja, cari info sana sini. Meski emang Dae-Ho ini lebih canggih karena dia caru lowongannya di internet XD

Dae-Ho menemukan lowongan kerja sebagai kurir. Dengan berbekal ijazah seadanya, Dae-Ho ternyata diterima. Kerennya gajinya sebagian dibayar di muka. Bah XD gue juga mau *edisi dompet udah sesak nafas*

Ceritanya memang gak fokus sama satu masalah. Masalah? Iya masalah, karena nyaris semua surat yang ia kirimkan menimbulkan masalah atau untuk menyelesaikan masalah. Yang bikin dia disiram lah, disangka pedofil lah, mengungkapkan cerita kematian. Kenapa itu bisa terjadi? Karena De-Ho berbeda dengan tukang pos biasa. Perbedaannya adalah Dae-Ho harus memastikan semua orang yang menerima suratnya, membaca isinya. Dae-Ho selalu membacakan isinya karena ternyata memang orang yang menerima surat tidak bisa membacanya sendiri karena berbagai alasan.

Disinilah keseruannya. Dae-Ho tidak hanya membacakan surat tapi juga membantu mereka menyelesaikan masalahnya. Dae-Ho kemudian menjadi punya hubungan khusus dengan mereka. Hubungan yang tidak dimiliki oleh tukang pos lain.

Ceritanya beragam mengingat pengantar surat dari anak kecil sampai kakek kakek. Isi suratnya ada yang abdusrd (?) sampai serius karena ada pengirim surat yang ketika Da-Ho kirimkan suratnya, ia telah meninggal.

Tapi ada satu masalah yang tidak bisa ia selesaikan. Masalahnya sendiri. Dae-Ho meninggalkan kehidupan lamanya. Dan di akhir cerita, Dae-Ho dihantam kenyataan yang--Demi Charna! kalau kata Darren Shan--gak pernah kupikir sebelumnya.

Penasaran?

Mbak Pretty tidak hanya menyuguhkan cerita yang diluar dugaan, namun pemenang Publisher Searching for Author III ini juga menjabarkan setting dengan detil. Di mana? Di Korea broh! Bukan, bukan di Bandung XD

Meski memang agak sulit buat aku membayangkan kotanya karena aku lebih dekat dengan Jepang ketimbang Korea. Tapi buat kalian yang suka Korea, pasti bakalan banyak tempat juga istilah (yup, banyak istilah Korea juga dalam buku ini) yang familiar di telingamu.

Kalau kamu suka Korea dan suka cerita drama, aku yakin kamu bakal suka cerita ini. Aku aja yang doyan sama Jepang aja bisa suka. Masa kami enggak? XD

Buku ini sudah launching bulan lalu :D Jadi kamu sudah bisa mendapatkan buku ini di toko buku. 

Tapi tentu saja di sini ada Giveawaynya :D


Syaratnya mudah aja kok :D
1. Follow twitter @grasindo_id @ryana_maryana dan@prettywuisan
2. Share link giveaway ini di twitter dengan hashtag #DaeHoDelivery. Mention @grasindo_id @ryana_maryana dan@prettywuisan. Biar giveawaya makin rame, tag temen kamu juga ya :D
3. Jawab pertanyaan yang aku ajukan. Kali ini aku pengen kita main jujur-jujuran. Pertanyaan mudah hanya perlu keberanian. "Kamu pernah nulis surat? Surat kayak gimana sih yang pernah kamu bikin dan kepada siapa surat itu kamu tuju? Apa kamu pake jasa Dae-Ho? #eh

4. Silahkan jawab di kolom komentar beserta data diri berupa nama, e-mail, twitter dan link share
5. Giveaway hanya berlangsung selama seminggu. Dari tanggal 1-7 Oktober 2015. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 8 Oktober 2015.
6. Satu orang yang beruntung akan mendapatkan satu eksemplar Dae-Ho Delivery Service langsung dari penerbit :D



30 comments:

Putri Prama said...

Nama: Putri Prama Ananta
Email: anantaprama@yahoo.co.id
Twitter: @PutriPramaa
Link Share: https://mobile.twitter.com/PutriPramaa/status/649442262552735745?p=v

"Kamu pernah nulis surat? Surat kayak gimana sih yang pernah kamu bikin dan kepada siapa surat itu kamu tuju? Apa kamu pake jasa Dae-Ho? #eh

Pernah. Belum kukirim sampai sekarang. Tapi, orang yang mau kukirimi surat itu tahu kalau aku menulis surat itu.
Suratnya ada 1, untuk 4 teman cowokku sewaktu SMP. Isinya kurang lebih tentang perasaanku selama dua tahun satu kelas dengan mereka, first impression-ku terhadap mereka, dan review-ku untuk setiap tingkah polah mereka selama ini. Aku nulisnya jujur-jujuran, pakai bahasa yang belepotan pula dan nggak malu sama sekali! Kenapa? Karena saat aku bersama mereka aku merasa living in my dream, jadi ketika aku akan berpisah dengan mereka rasanya sulit sekali dan mutusin nulis itu.
Entah apa yang ada di pikiranku waktu itu, yang aku tahu, aku menulis itu menjelang akhir SMP dan suratnya masih bertahan di rumah. Aku masih melanjutkannya karena setiap aku bertemu dengan mereka, aku selalu ingat apa yang kusukai dan bikin aku jengkel, seperti review untuk mereka lah.

Andai ada Dae Ho di sini, aku minta bantuan Dae Ho agar surat itu dikirim dan dipastikan mereka tahu isinya. Jadi, mereka tahu bagaimana perasaan living in my dream itu. Tapi, aku kasihan sama Dae Ho, kalau dia bacain suratku. Mungkin dia perlu bertamu di rumah penerimanya untuk minum teh sambil membacakan suratku. Suratnya panjang sih--sangat panjang malah.

Noer Anggadila said...

Pengalaman nulis surat ada beberapa, diantaranya nulis surat izin gak masuk sekolah buat adek:D, nulis surat karena tugas sekolah, dan nulis surat gara-gara MOS ><

Jadi, pas masuk SMA kan musti ada ritual wajib yaitu MOS, salah satu persyaratannya adalah harus nulis 2 jenis surat, pertama surat kritik dan saran dan yang kedua surat cinta ><

kalau jenis surat yang pertama mah beres, nah yang kedua?! jujur aja pertama kali buat surat cinta untuk kakak osis tuh rasanya kaya disuruh minta coklat ke orang yang ketemu aja gak pernah [maaf alay] tapi beneran, gara-gara tugas yang satu itu aku jadi diam-diam merhatiin salah seorang kakak osis [ciee] agak maksa sih nulis suratnya, karena jujur aku payah dalam hal merayu [?] jadilah ngandalkan kekuatan fiksi dan sedikit kebenaran :D setelah jadi dan aku baca ulang, hasilnya antara geli, gila, alay,
aneh deh pokoknya haha :D itu lebih mirip cerpen ketimbang surat cinta ><

andai saat itu ada jasa Dae-Ho mungkin aku pake, tapi berhubung disuruh ngirim langsung ke sekolah dan dikumpulkan ke osis ya udah deh, pasrah dengan hasil akhirnya, meskipun berharap gak ada yang tertarik buka apalagi baca surat yang aku buat haha :D

Btw, kakak osis yang itu apa kabar? *eh salah fokus*

Nama: Noer Anggadila
E-mail: noerfaradila@yahoo.co.id
twitter: @noeranggadila
link share: https://twitter.com/NoerAnggadila/status/649470221875437568

Diddy Syaputra said...

Nama: Didi Syaputra
Email: syaputradiddy@gmail.com
Twitter: @DiddySyaputra
Link Share: https://mobile.twitter.com/DiddySyaputra/status/649431580490924032

Beeh, kalau ditanyain soal nulis surat, pasti pernahlah. Apalagi jaman-jaman gue mondok di Pesantren Modern. Kertas-kertas surat pada numpuk tuh di dalam tas, ya untung aja nggak kena razia karna numpuknya gabungan sama kertas ulangan jadinya aman, damai, sejahteralah tuh surat. Haha.

Kalau suratnya, jangan ditanya lagi apaan. Masa-masa gue masih ABABIL alias A Be Ge A Be Ge Labil so pasti surat Cinta. Sampe nembak cewek aja pake surat. Ya bisa dimaklumin, namanya juga mondok, semua jenis berdekatan dengan perempuan sangat-sangat dilarang. Tapi tetep aja masih ada yang jebol pacaran, salah satunya gue. Hadeeeh. Pokoknya tuh pacaran bisa dibilang `Pacaran Paceklik.` Susah banget mau ketemuan. Jangankan ketemuan, tatap-tatapan di Mesjid aja susahnya minta ampun, kudu waspada karna kalau nggak, bisa-bisa cukuran licin `Pala Barbie.` Huh, ngenes.

Ya untuk ngehindarin itu semua, alternatif yang sedikit aman ya pake surat. Kadang tukeran bolpen, padahal modus doang karna dalam tuh bolpen ada surat. Terus pernah juga pake tissu, pas papasan mau ke sekolah tuh tissu pura-pura dijatuhin, padahal kode aja, di dalamnya juga ngendep surat. Bisa juga dititipin ama Mak Comblang sekelas karna gue angkatan pertama di Pesantren, jadi masih satu kelas cowok-cewek, bisa deh manfaatin Mak Erot Comblang soalnya gue dan doi beda sekolah, MA sama SMA.

Dan parahnya lagi, tuh surat nggak sekeren AMAT. Palingan isinya nanya kabar, nyantumin puisi alay terus You And Me Together Forever di akhir surat. Atau nggak, bikin singkatan nama gue sama doi. Nih sekedar contoh DiLeMa alias Didi Love Rahma atau RanDi, Rahma and Didi (Haha siap-siap ditabok Emmak). Tapi nggak hanya gue lho, semua temen-temen gue juga gitu, kena syndrom surat alay. Ada juga yang dikeluarin dari Pesantren karna nulis singkatan namanya dan pacar ditangan, dijadiin tato tuh nama. Heh, pokok e parah banget dah. Tapi yang jelas semuanya jadi kenangan terindah pasca ABABIL gue. Surat pada saat itu, sangat-sangat berarti bagi gue.

Terima kasih q(¤_¤)p
#DaeHoDelivery

Pramestya W.A said...

nama : pramestya
e-mail : pramestya23@gmail.Com
twitter : @p_ambangsari
link share : twitter.com/p_ambangsari/status/649487522116964352

Pernah. Dulu dikasih tugas sama guru nulis surat :D
Selain itu, aku pernah buat surat minta maaf sama sahabatku. Saat itu aku kelas 5, marahan terus diem-dieman, padahal semeja. Nah, aku gak nyaman, ngerasa kesepian terus nulis surat di kertas sobekan.

Isinya aku minta maaf, aku mau baikan, kangen kalian, pengen ngobrol lagi, dan aku juga ngaku salah.

Kertas itu aku lipet-lipet jadi bentuk dompet keciiiil banget. Dibagian belakang aku tulisi "To 'A' dan 'B' untuk dibaca berdua"

Keesokan harinya, aku taruh surat itu di meja kita bertiga. Nggak ada yang ngerespon atau malah ga ngeh atau aku lupa suratnya pernah mereka baca. Aku ambil lagi dan kusimpan sampe sekarang.

Yang pasti, setelah itu entah karena apa aku lupa, kita jadi ga marahan, gabung lagi. Yeay!

Btw, jika ada Dae Ho, mungkin suratnya ga bisa kusimpen buat kenang-kenangan. Toh, aku ngerasa malu bgt. Ternyata mereka ga marah sama aku tapi aku yg terlalu judes.
Ah, jadi kangen sahabat lama.

nunaalia said...

"Kamu pernah nulis surat? Surat kayak gimana sih yang pernah kamu bikin dan kepada siapa surat itu kamu tuju? Apa kamu pake jasa Dae-Ho? #eh

Dari sekian surat yang aku ingat pernah aku tulis, ada 1 surat yg jadi rahasia. Tapi sekarang kayanya gak jadi rahasia lagi karena aku share di sini xixixiiii

Ceritanya waktu SMA aku naksir sama adik kelasku hehe....waktu itu aku kelas 3 dia kelas 2. Aku mulai suka pas acara Ospek siswa baru, kami sama-sama jadi panitia. Aku cuma suka diam-diam ya...aku cuma cerita sama sahabatku satu kelas dan satu bangku. Tapi gak tau kenapa lama-lama teman-teman dekat jadi suka ngatain aku sama dia gitu. Emangnya segitu kentaranya ya aku suka sama cowok itu?? Gak tau deh...
Tapi demi wibawa sebagai kakak kelas, aku bersikap biasa aja, bahkan cenderung acuh, padahal hatiku tuh ketar-ketir plus deg-degan bin seneeeng kalau ketemu dia heheee. Tapi aku juga ngerasain sedih dan sakit karena ternyata dia malah naksir adik kelas baru huhuhuuu... Daan demi wibawa sebagai kakak kelas (lagi), sikap ku biasa aja, walaupun hati tuh rasanya teriris-iris hiksss.... ;(

Yah jadi selama akhir SMA itu aku cuma mendam perasaan aja. Tapi belakangan karena udah gak bisa memendam perasaan aku itu, aku nekat nulis surat untuk dia, tapi aku baru ngirimnya pas aku sudah lulus hehe...
Yang aku ingat dalam surat itu aku bilang kalau aku suka sama dia, tapi gak berharap apapun. Aku hanya ingin menyampaikan perasaanku. Aku juga minta maaf kalau selama ini teman-teman aku suka ngata-ngatain dia dan aku, yang mungkin bikin dia gak nyaman, atau mungkin dia bingung kenapa tiba-tiba disangkut pautkan sama aku, padahal kami gak ada hubungan apapun.

Aku gak tahu apa dia terima surat itu atau enggak, atau gimana tanggapan dia. Beberapa kali aku dan teman-teman alumni memang pernah mengikuti acara di SMA kami, dan dia masih sekolah di sana. Tapi ketika ketemu, sikapku ya tetap biasa aja, seolah-olah aku gak pernah kirim surat itu. Yah...begitulah aku :p

Aku kirim surat itu via pos, tapi gak yakin juga sih apa pak pos-nya ada yg seperti Dae-Ho :p

nama: Aulia
e-mail: auliyati.online@gmail.com
twitter: @nunaalia
link share: https://twitter.com/nunaalia/status/649494190565359616

Eni Lestari said...

Nama: Eni Lestari
Email: shinra2588@yahoo.com
Twitter: @dust_pain
Link Share: https://twitter.com/dust_pain/status/649505908439969792

"Kamu pernah nulis surat? Surat kayak gimana sih yang pernah kamu bikin dan kepada siapa surat itu kamu tuju? Apa kamu pake jasa Dae-Ho?" #eh

pernah dong. hobiku waktu zaman sekolah dulu korespondensi. aku juga ngumpulin prangko, makanya surat2an bukan hal yang asing lagi. oh ya, walau zaman dulu udah ada jasa Dae Ho, kayaknya aku gak bakalan pake deh karena jasa pengiriman begituan kan gak pake prangko #buagh sementara tujuanku korespondensi demi ngumpulin prangko :p

dulu orang yang sering kukirimi surat namanya Puspa. aku panggil dia Poes-chan, karena dia suka hal2 yang berbau Jepang. dia tinggal di Purbalingga, sementara aku di Malang. kami kenalannya dari Majalah Bobo lewat surat pembaca. isi surat yang aku kirim sih kebanyakan ngomongin sekolah, cowok, dan komik. si Poes-chan ini sering banget curhat pacarnya yang namanya Asca. dia juga suka kasih aku gambar ala2 manga gitu. meski gambarnya gak bagus2 amat sih #plak tapi aku hargain usahanya :p kalo aku seringnya ngomongin tokoh komik yang lagi aku suka. kalo nulis bisa sampe berlembar2. berhubung dulu aku ngerasa ikatan batin yang kuat (?) plus cinta bertepuk sebelah tangan (?) dengan chara komik fav, makanya nulisnya pakai hati banget hahaha. ya ampun, kalo diinget2 lagi kok geje banget isi suratku dulu. aku jadi kepikiran mungkin Poes-chan bosen bacanya karena aku bisa nulis tujuh lembar surat bolak-balik, lho. entah ngelantur apa aja di surat lol oh ya, ada kebiasaanku dan Poes-chan kalo kirim surat. di amplopnya kami suka nulis "thank you Mr. Post". sekadar ngucapin makasih buat Pak Pos gitu. kebiasaan itu kulakuin sampe sekarang. ada kejadian lucu nih karena kebiasaan nulis itu. pernah suatu hari aku kirim paketan ke temen di luar kota. seperti biasa aku nulis "thank you Mr. Post" di amplop. eh kata temenku ada balasannya dari Pak Pos. tulisannya "sama2". wkwkwkw rasanya seperti di-notice Pak Pos lol

btw surat2 dari Poes-chan masih kusimpen lho. habis ini baca2 lagi ah. thank you GA-nya. jadi nostalgia deh dengan hobiku dulu :D

Neneng Lestari said...

Neneng Lestari
n_tarie90@yahoo.com
@ntarienovrizal
https://twitter.com/nTarienovrizal/status/649603791298269184

PERNAAAHH ...

dulu ngirim surat pas masih SD, cari teman di majalah bobo yang nawarin jadi sahabat pena. Pertama sih bingung gimana caranya memulai menulis surat, maklum pikiran anak SD masih cetek banget. Akhirnya nanya sama orang tua dan kasih penjelasan, karena masih belum paham akhirnya aku ngirim surat dengan menulis biodataku dan ajakan berteman. Dah itu doang lalu kirim pake pos.

Eh beberapa hari kemudian ada balasannya, ternyata yang ngebalas adalah anak SMP, dia nulis panjang lebar dan akhirnya dari dia aku tahu bagaimana menulis surat. Cukup seperti ngobrol biasa aja hehe ....

Aya Murning said...

Nama: Aya Murning
Email: ayamurning@gmail.com
Twitter: @murniaya
Link share tweet: https://twitter.com/murniaya/status/649759119809871872

Pernah banget!

Dulu jaman OSPEK kuliah, disuruh sama kakak tingkat buat ngirim surat cinta sama kakak tingkat yang disukai. Kalau maba cowok, kirimnya ke kakak yang cewek. Kalau maba cewek, kirimnya ke kakak yang cowok. Wajib bikin. Wajib kumpul. Plus, kasih cokelat! Kalau ada yang nggak memenuhi perintah ini ya kena hukumlah dia.

Jadi, aku pilih salah satu kakak tingkat yang sejurusan denganku, karena dia salah satu yang paling aku tahu dari semua kakak-kakak itu. Ngirimnya nggak pake jasa kayak Dae-Ho, melainkan dikumpulin ke satu kotak. Trus nanti dibagiin ke nama kakaknya masing-masing. Disitu tertulis nama yang dituju dan siapa nama pengirimnya. Ya, ada namaku di situ. Dilarang anonim! Malu sih kalau ketahuan sama kakaknya. Tapi, untungnya aku bukan termasuk maba yang menonjol, nggak banyak yang kenal sama aku karena aku lebih suka sembunyi di balik punggung orang lain. Jadi, ya aku cukup santai menanggapinya.

Pas udah dikasih sama kakak-kakaknya, ternyata pake acara bacain isi suratnya oleh si penulis di depan teman-teman lainnya. Gilak! Ajang malu-maluin banget nih. Dagdigdug jangan sampai suratku yang terpilih. Dan untungnya nggak dipilih. Alhamdulillah. :D

Sebenarnya maksud dari kakak senior itu cuma seru-seruan ya, kalau pun mau buat surat cinta ya sebagai lucu-lucuan aja buat mereka. Nggak serius nggak apa-apa, yang penting bikin dan tulis. Mereka mah mau cokelatnya aja, hahaha! Tapi, aku justru tulis srat itu rada pakai hati. Puitis banget dah baasanya, lebih mirip puisi deh kalau kataku mah. Uuuhh, bapernya kumat. Soalnya si kakak yang kutuju itu orangnya pendiam, baik, nggak neko-neko, nggak pernah nyiksa atau nyuruh maba yang aneh-aneh, murah senyum pulak.

Aku tulis suratnya di kertas binder putih bermotif biru dan dibungkus amplop warna biru juga. Aku sangat mengenali suratku itu. Aku perhatiin si kakak itu yang nerima surat-surat buat dia. Nggak banyak ternyata yang ngirim buat dia. Dia baca satu persatu, awalnya tanpa ekspresi. Pas giliran suratku yang dibuka, jantung ini rasanya duh Gusti... mau copot! Eh, tahu-tahu dia malah senyum-senyum sendiri habis baca itu. Ah, rasaya senang sekaligus malu. Mungkin dia suka sama suratku, hahaha! Trus kakak itu langsung ngedarin pandangan ke maba di depannya, nyariin cewek yang ngirim surat biru itu yang mana kalik ya. Aku langsung nunduk dan melipir ke belakang punggung temanku. Takut ketahuan. :p

Dalam hati ini merasa senang kalau dia suka sama suratku. Tapi, di sisi lain aku nggak berharap lebih dari itu misalnya suatu hari nanti kakak itu tahu siapa yang ngirim surat itu. Karena pada dasarnya aku cuma kagum kok sama dia. :)

Veny Prasetyowati said...

Nama :Veny
Twitter ; yutakaNoYuki
Email : himurasora@yahoo.co.id
Link : https://twitter.com/yutakaNoYuki/status/649825009683197952

Pernah nulis surat waktu SD, zaman SD kan kotak pos masih gampang buat ditemuin di pinggir jalan dan gak tau kenapa rasanya excited banget kalau liat kotak orange itu. Kayaknya aku lebih tertarik sama perasaan seneng pas memasukkan surat ke kotak itu ketimbang menulis suratnya, gak tau kenapa :D
Nah , waktu itu aku nulis surat ke salah satu redaksi majalah anak-anak supaya bisa dimuat di rubrik tertentu, Tapi sayang, kayaknya gak dimuat deh, soalnya aku beli beberapa kali majalahnya tapi suratku gak ada muncul, hahaha ...

Nova Indah Putri Lubis said...

Nama : Nova Indah Putri Lubis
Email : n0v4ip@gmail.com
Twitter : @n0v4ip
Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/649862372023123968

Saya pernah nulis surat tapi itu sih surat sakit, surat izin baik izin gk masuk, izin pulang lebih awal, izin utk pkl, dll
dan surat-surat ini yah ditujukan kpd guru, dosen, ataupun atasan di kantor.
Udah itu aja surat-surat yang pernah saya buat.. :D dan tentu aja saya kirim langsung ke orangnya
dan kalo pun pake perantara yah pake perantara teman, tetangga, atau saudara :D

Terima Kasih

Anggita Ravina said...

Nama: Anggita Dewi
Email: ravinaanggita@gmail.com
Twitter: @anggitarav
Link share: https://mobile.twitter.com/Anggitarav/status/649974898157162496

Jawaban:

Tentu pernah. Mungkin yang ini lebih spesifik. Surat tentang perasaan. Bukan cinta. Karena tidak semua yang aku tulis menyangkut seseorang harus dengan cinta.
Jadi surat pertama untuk seseorang yang sudah aku tunggu hingga 7 tahun. Bukan tentang cinta. Tapi lebih tepatnya surat yang menceritakan diriku selama tanpa dia dalam waktu 7 tahun ini. Dan di akhir surat aku bilang, aku ada rasa yang baru aku tau setelah dia pergi. Surat itu ngga akan pernah sampai ke tangannya. Surat yang ngga mungkin dijangkau dengan sosoknya yang sudah jauh disana.
Surat ke 2 hingga ke 13 (lebih tepatnya 11 surat) aku kirimkan kepada laki-laki yang sudah menjalin hubungan setahun denganku. Lagi-lagi bukan menceritakan "tentang betapa aku mencintainya" tetapi "seberapa terlukanya melihat orang yang kamu harapkan selama ini, ternyata punya kekasih lain" dan semua surat omong kosong itu sampai ke tangannya. Bukan lewat aku. Mungkin lewat kurir dae-ho :'D tapi surat itu bener-bener dibaca sama dia. Karena tau-tau dia ngabarin aku dan nyesal sama kelakuannya. Dia kira aku berpaling karena ngerasa hubungan kita sudah lama dan aku mulai bosan. Pemikiran yang dangkal.
Surat ke 14 tentang "juli hingga desember" surat tentang kebodohanku yang merupakan lanjutan surat sebelumnya. Aku diselingkuhi selama itu dan baru tau pas akhir tahun. Hahaha surat terpanjang yang pernah dibuat, tapi kali ini ngga aku kirim. Karena pasti ucapan dia sama minta maaf. Masa bodo dengan apa yang dia katakan.
Dan surat terakhir ke 15. Surat tentang "lelaki pemberi harapan" surat yang juga ngga akan pernah dia baca. Surat yang menurutnya itu kesialan.
Mungkin itu aja surat yang ku buat menggunakan perasaan. Hehe:)) maaf jadi curcol.

Fira said...

Nama: Fitra Aulianty
Email: fitra.aulianty@gmail.com
Twitter: @fira_yoopies
Link Share: https://twitter.com/fira_yoopies/status/650140116652916736



"Kamu pernah nulis surat? Surat kayak gimana sih yang pernah kamu bikin dan kepada siapa surat itu kamu tuju? Apa kamu pake jasa Dae-Ho? #eh

Pernah. Dulu waktu smp nulis surat buat sahabat, padahal rumahnya sih deket ya, cuma jarak 5 menitan kalo naik sepeda, ya tapi waktu itu lagi ngetrend surat menyurat, isinya gak penting sih, yang penting tulis kirim balas dan begitu seterusnya. Dulu ngirimnya gak pake jasa tukang pos, apalagi Dae Ho, paling ngirimnya nitip sama anak sd yang lewat. Atau biar suratnya sampai dengan aman di rumah teman ya kalau ngeliat adeknya lewat (teman yg dikirimi surat itu punya adik, adiknya cowok dan hobi keliling kampung, stop-in adek itu terus kasih deh suratnya, sekalian ngancam yg intingnya suratnya harus sampai, awas aja kalau gak haha). Ya jadinya suratnya sampai dan balasan juga sampai, begitu seterusnya hingga ponsel pun muncul sebagai alternatif lain yang lebih menguntungkan.

Tapi pengen sih dapat surat yang isinya bikin mata nge-Wah gitu, kira-kira kapan ya? :D

Renzy ardyanti said...

Nama: Renzy Ardyanti
Email: renzyardyanti03@gmail.com
Twitter: @ardyantiR
Link Share: https://twitter.com/ardyantiR/status/650499699112153088

"Kamu pernah nulis surat? Surat kayak gimana sih yang pernah kamu bikin dan kepada siapa surat itu kamu tuju? Apa kamu pake jasa Dae-Ho? #eh


Pernah.berbagai jenis surat.ada surat cinta,surat untuk keluarga dan surat untuk Tuhan.Surat cintanya sendiri tentang perasaanku kepada beberapa seseorang yang aku sukai tapi aku tak berani mengungkapkannya dan ada juga suratku kepada orangtuaku yang jauh diluar kota dan aku selalu kangen untuk bertemu secara langsung karena sekarang aku sedang kuliah.ada juga surat untuk Tuhan dimana aku berkeluh kesah dengan kehidupan di dunia ini yang mana tidak bisa aku tahan sendirian.

Pengin sih pake jasa Dae-ho tapi percuma juga surat cintaku mungkin sudah tidak berarti lagi karena perasaanku pun sudah berubah sekarang,kalau surat untuk keluarga mungkin bisa.aku juga sekalian meminta jasa tambahan untuk Dae-ho untuk bilang secara langsung " Bahwa aku sangat-sangat-sangat kangen mereka", sedangkan surat untuk Tuhan itu impossible banget pake jasa Dae-ho -__-"

Eka Sulistiana said...

Nama : Eka Sulistiana
Email : ekasulistiana2412@yahoo.co.id
Twitter : @ekasulistiana24
Link share : https://twitter.com/ekasulistiana24/status/650667115423227904
Jawaban :

Pernah dong. Sejak pertama kali nulis surat itu di bangku SD. Tentunya, surat itu dibuat atas dasar perintah dari guru saat pelajaran Bahasa Indonesia. Tapi, kalau surat yang aku buat dengan serius dan memang benar-benar sampai ke orang yang di tuju, cukup sering kok. Sepanjang masa kecilku :)

Yaitu, suratku untuk sepupu tersayang. Karena aku tinggal di Palembang dan dia di Indralaya, yang berjarak kira-kira 45 KM, kami jadi jarang bertemu apalagi untuk mengobrol, curhat, dan berbagi cerita. Terlebih ketika itu kami masih duduk di bangku SD, dimana pada waktu itu belum semaju zaman sekarang yang anak-anak kecil sudah mahir mengutak-atik gadget. Kami sewaktu kecil belum mengenal teknologi alias gaptek. Jadi, suratlah alat komunikasi kami. Surat yang kami tulis satu sama lain adalah surat yang berisi curhatan, cerita tentang pengalaman, dan tak lupa kami bubuhi salam rindu. Apakah kami menggunakan jasa Dae-Ho? Oh! tentu saja tidak. Kami menggunakan jasa Ayahku hehehe :D Ayahku biasanya satu bulan sekali ke Indralaya untuk menjenguk nenekku yang tinggal satu rumah dengan sepupuku tadi. Tapi, aku tak pernah bisa ikut karena kendala waktu. Ayahku biasanya berangkat ketika aku juga berangkat ke sekolah. Sehingga, malam hari sebelum Ayahku berangkat ke sana, aku menulis surat untuk sepupuku. Dan menitipkan kepada Ayah untuk diberikan kepada sepupuku. Dan ketika Ayah hendak kembali ke Palembang, sepupuku juga menitipkan surat balasan untukku. Begitulah seterusnya hingga kami tumbuh menjadi gadis remaja dan telah mengenal gadget. Sesungguhnya, aku sering merindukan momen surat-menyurat di antara kami. Sempat terpikir olehku untuk mengulangnya kembali. Tapi keadaan sudah berbeda dan tak memungkinkan lagi.

Oh iya, mumpung lagi jujur-jujuran, aku mau cerita tentang pengalaman menulis surat yang bisa dibilang berakhir buruk. Surat itu berisi rangkaian kalimat indah untuk Ayahku. Namun, tidak dikirim ke Ayahku, melainkan ke salah satu penerbit buku. Surat itu ditulis dalam rangka perlombaan yang hadiahnya jalan-jalan ke destinasi wisata impianku. Pulau Belitung. Kenapa aku bilang berakhir buruk? Apalagi kalu bukan karena aku kalah dalam kompetisi itu. Meski pahit, semangatku tak kunjung surut. Mungkin Tuhan masih ingin menyaksikan perjuanganku selanjutnya.

Wiwid HS said...

Nama: Widya Ningsih
Email : wiwidharjos@gmail.com
Twitter: @wiwidharjo
Link share: https://mobile.twitter.com/wiwidharjo/status/650677288749678593?p=v
Jawaban:
Menulis surat tak jarang aku lakukan. Hanya saja tak banyak yang aku kirimkan lewat pos atau semacamnya, terkesan jarang bahkan.
Penulisan surat yang seperti sudah menjadi kebiasan bagiku adalah menulis surat untuk Ayah yang selalu bahagia di Surga Allah. Amin.
Ayahku telah meninggal sejak aku TK. Dan semenjak kelas 3 SD aku memiliki kebiasaan mengirimi Ayah surat jika merasakan rindu. Karena entah mengapa semenjak pertengahan kelas 2 aku tak berani memasuki wilayah pemakaman sehingga aku tak bisa berkirim doa di samping kuburan Ayah.
Dalam surat tersebut aku ceritakan segala kegiatan yang aku ingin katakan kepada Ayah, dan tentunya perasaan yang tak bisa lagi aku luapkan setiap hari di hadapan senyum Ayah.
Setelah selesai menulisnya, aku akan meminta Ibu membelikan sebuah balon di pinggir jalan raya dekat rumahku. Dan itu harus berwarna merah. Warna kesukaan Ayah. Setelahnya aku akan menggulung surat tersebut, mengaitkannya pada ujung senar balon lantas menerbangkannya. Berharap di atas sana Ayah bisa menangkapnya kemudian membaca dan mengerti apa yang telah menimpaku. Meskipun aku tahu itu tak akan mungkin. Meskipun aku tahu hanya doaku kepada Allah yang bisa menyalurkan segalanya. Dan meskipun aku tak lagi takut memasuki pemakaman, aku tetap melanjutnya kebiasaan itu. Sekedar melampiaskan rindu yang terasa tak berkurang atas doa yang aku panjatkan.

tri yusuf ciduk said...

Tri Indah Permatasari
triyusufciduk@yahoo.com
@LiebeIs0503
https://twitter.com/LiebeIs0503/status/650814583536402432

Banyak, waktu kelas 3 SMP sering kirim surat untuk temanku yang berbeda kelas karena takut pertemanan kami bubar makanya suka saling kirim surat agar bisa meyakikan bahwa meskipun sibuk belajar dan beda kelas kami tetap ingat satu sama lain. masih di kelas yang sama, pernah buat surat cinta buat ngejahilin teman sampai-sampai buat janji ketemuan sama dia tapi gagal terus *ya iyalah takut ketahuan saya. kkk dan hebatnya sampai hari ini masih belum sadar dia kalau surat itu aku yang buat -.- Pernah juga di suruh buat surat oleh guru karena lupa buat PR dan buat surat perjanjian 'Saya tidak akan lupa kagi untuk membuat PR' sampai full satu kertas.

Di masa SMA surat yang saya buat itu Surat izin tidak masuk sekolah karena sakit untuk anak tetangga saya yang ayahnya sibuk bekerja sedangkan sang ibu tidak bisa menulis dengan baik. dan itu sudah banyak, bahkan untuk 2 kakak beradik dan lucunya tuh surat dipercaya saja gitu sama guru SD mereka padahal tulisan saya tidak rapi dan ttd nya juga aneh ^^

Masa Kulaih, masih suka di srurh buat surat izin. Dan ada satu surat yang saya tulis, kali ini tidak akan pernah sampai pada orangnya dan akan selalu tersimpan rapi dalam diary ku. Bukan karena aku tidak berani memberikannya atau tidak punya biaya untuk mengirimkannya, tapi... karena orang ingin kuberikan surat telah meninggal dunia, tanpa pesan sedikitpun bahkan aku belum sempat mengucapkan permintaan maaf. Maaf sampai sekarang sulit untuk melupakanmu, kenangan bersamamu begitu indah, kebaikanmu yang selalu kau lakukan dibelakangku, ttd yang sempat kau bubuhkan di diayku masih terlihat jelas setelah 4 tahun kepergianmu, Eko Triansyah bin Effendi, semoga engkau bahagia di Surga dan kau akan tetap ada di hatiku. Alfatihah.

Tanya Fransisca said...

Nama : tanya fransisca
Email : tanya28fransisca@gmail.com
Twitter : tanyafcsh_
Link share : https://twitter.com/TanyaFcsh_/status/650690267255717888


Nulis surat? Pasti pernah dong! Tapi dari semua surat sakit, surat ijin, surat tugas, ada satu surat yg pengen gue ceritain!

Gue bikin ini pas gue masih remaja, ya jadi masih agak labil gitu. Tapi tenang aja! Ini bukan cerita surat cinta yg biasanya ditulis anak abg
Yang gue tulis adalah surat KEMATIAN

Jadi dulu gue suka denger cerita ama nonton di berita kalo org mau mati pasti ada tanda2nya dulu
Entah itu ngomong secara langsung atau nulis di sosmed dan masih banyak lagi.
Pas itu tuh malem2 semua org udah pada tidur dan tinggal gue yg gabisa tidur krn SUSAH NAFAS!
Padahal gue ga pilek atau apapun.

Ya krn takut ngebangunin org gue hanya menangis dlm gelap dan gue ampe mikir jangan jangan gue bentar lagi mati!

Makin nangislah gue! Disitu gue minta ampun ama Tuhan dan disitu gue bikin surat, gue ambil file gue dan gue tulis disitu
Gue tulis semua penyesalan gue dan rasa syukur punya keluarga kayak kalian dan keesokan paginya gue terbangun dgn sesuatu yang keras di kepala gue! Dan ternyata itu adalah file gue

Dan ternyata lagi gue masih hidup!
Buru2 gue robek tuh kertas dan gue buang.

Konyol? Banget! Gue gatau kalo lu bakal percaya apa engga
Tapi itulah yang sebenarnya terjadi dan gue sendiri juga ga percaya gue pernah ngelakuin h itu
Coba ada daeho, kira2 dia bakal nemuin surat yg gue buang ga ya? Trus kalo gue beneran mati gue harap dia bisa anterin surat terakhir gue

Fransiska Natalia said...

Nama : Velika Natalia
Twitter : @velikaNatalia
Email : fransis93.sis.lia@gmail.com
Link :
https://twitter.com/VelikaNatalia/status/651104324181848064?s=09

Tulis surat pernah ga cuma sekali sepertinya. Tapi Keinget betul surat satu ini jaman SD, 12 atau 14th lalu. Anak polos ga tau apa2 yang kesihir film Bollywood kala itu. Kuece-Kuece Hotahai... Nulis surat ke anak cowo inti suratnya cinta, bak film kuece2 hotahai ngehits waktu itu. Isinya :
Ranwar *namadisamarkan aku tu suka sama kamu, sudah lama. Katamu aku juga suka kan sama aku. Ibarat cinta, aku pengen kamu jadi sharukhan aku pemeran cewenya (lupanamanya). Trus kita nyanyi bersama kuece kuece hotahai. Mau kan? *SelebihnyaLupa *Daripada *Ngarang
Bahasanya lugu banget polos lah anak SD dulu apalagi q cupu. Pokonya ada istilah lagu kuece kuece hotahai itu diisi suratnya dan aku ingat betul sampe saat ini. Suka masih di gasakki (diejekkin) klo ketemu temen SD soalnya. Waktu itu aku taruh laci meja dia gitu aja. Alhasil dibaca anak lain sepertinya. Paska itu jadi bulan bulanan temen2 SD.
Ngenes nyesel dikit wkwk. Belakangan aku sadar dulu itu aku dikerjain doank sama Ranwar. Hummm anak nakal itu. Bodohnya aku taruh laci gitu aja suratnya. Ckckck anak plos jaman SD.

Pake jasa Dae Ho baca in suratku kala itu didepan dia aja Ranwar hanya Ranwar tidak ada org lain disana. Biar ga keki hahaha. Karna ga ada bukti dan spontan cuma dia yang dengar. Biar ga jadi bulan bulanan sampai sekarang masih aja ada yang ngejekkin kalau ketemu temen SD. Cian dan Sial.

Terimakasih sudah membaca :)
GA #DaeHoDelivery

Jiah Al Jafara said...

Ikutan
Jiah @jiahjava jiahaljafara32@gmail.com
https://twitter.com/jiahjava/status/651226081668698112

Jaman MTs, saya pernah nulis semacam surat kaleng. Saya akui kalau saya korban sinetron dan drama2. jadi saya berharap suatu saat ada yg menemukan surat saya lalu mencari siapa saya.

Isi suratnya, prosa bebas yang sedikit menunjukkan siapa saya. saya juga nulis nama, tempat yang bisa menunjukkan keberadaan saya. waktu itu saya mengirimkan surat botol lewat air, banjir dan di mana surat itu berada saya tidak tau.

kalo dipikir, saya kok nggak ada kerjaan banget ya hahahai

Fabiola Izdihar said...

Nama: Lala
Email: fabizdihar@gmail.com
Twitter: @fazidaa_
Link Share: https://mobile.twitter.com/fazidaa_/status/651257029055549440
Jawaban: Aku pernah nulis surat, surat izin ngga masuk sekolah xD Tapi aku ngga bakal bahas itu. Dikasih pertanyaan kayak gitu, bikin aku inget pengalaman waktu SD. Waktu itu aku ngewakilin temenku untuk nyampein perasaan ngga suka nya sama seseorang (cewek). Jadi aku bantuin dia bikin surat buat cewek itu, dan aku kasih ke dia. Tapi pas cewek itu selesai baca suratnya dia malah nangis. Temen2 sekelas langsung pada heboh dan nanyain kenapa. Eh si cewek itu malah cerita kalo aku ngata2in dia di surat itu, kata2ku ngejahatin dia. Aku bingung lah. Tapi temen2 sekelas percaya dan aku kayak sempet dimarahin & dihakimin (?) gitu sama mereka wkwkwk -_- Aku sama temebku duduk ditengah dan mereka ngelilingin aku gitu sambil berdiri udah kayak senior. Niatnya mau ngebela temen, eh malah kena getahnya. Tapi anehnya, cewek itu malah jadi temen deket ku, dulu sering main kerumahnya (kita punya geng), sayangnya sekarang udah lost contact sih.. Setelah itu seingetku aku gapernah nulis surat lagi, malahan dapet surat mulu xD

Ramadhanul Fitri said...

ke pityfanetss
Nama : Ramadhanul Fitri Mardas
Email : ramadhanul21@gmail.com
Twitter : @ramadhan_rae
Link share : https://mobile.twitter.com/ramadhan_rae/status/650604518523076609?p=v

Jawaban :
Nulis surat? Oh ayolah. Itu bukan pernah lagi, tapi sering malah.
Sebagai anak sekolah Administrasi Perkantoran, surat itu udah kaya
alat tempur tersendiri buat kaum kami(?) haha
Mulai dari surat lamaran pekerjaan, surat pengunduran diri, surat
permintaan barang, surat promosi bahkan surat bahasa inggris juga, dan
yang pasti surat itu dikirim buat perusahaan tertentu. Tanpa
pengiriman pos ya, karna surat itu cuma surat tugas biasa.

Tapi selain itu semua, aku pernah nulis surat 'khusus' buat seseorang.
Seseorang ini orang yang dulu waktu SD aku suka. Cinta monyet gitu.
Dan jasa pengiriman yang aku pake adalah jasa si temen deket dari
orang yang aku suka itu. Hahaha

Rini Cipta Rahayu said...

Rini Cipta Rahayu
rinspiration95@gmail.com
@rinicipta
Lihat Tweet @RiniCipta: https://twitter.com/RiniCipta/status/651396217520287745

Cerita tentang menulis surat yang paling berkesan buatku adalah pas ospek. Jadi waktu itu, kami diwajibkan bawa kertas HVS, amplop dan juga perangko. Karena aku adalah mahasiswa yang taat, aku bawa benda itu biar nggak kena pelanggaran.
Acara ospek berjalan seperti biasa, ada apel pagi, cek kelengkapan perbekalan, ada materi, sharing session dsb. Saat itu ada pemateri, seorang dosen yang juga spesialis motivator. Beliau bercerita tentang perjuangannya selama di bangku kuliah, walaupun memiliki keterbatasan tetapi ia tidak menyerah dan ingin membahagiakan orang tuanya. Suasana makin melankolis waktu ada pemutaran video ttg ortu dan keluarga, diiringi sama lagunya Potret dan pembacaan puisi.
Nah, saat itulah kertas yang kami bawa itu dikeluarkan. Kami diminta untuk menuliskan surat kepada orang tua. Isinya apa saja yang ada dipikiran kita saat itu. Aku bener-bener baper kak. Nulisnya sambil sesenggukan, kadang ngusap air mata dan ingus yang terus menerus beleberan. Aku nulis surat itu untuk ortu, aku bilang aku kangen rumah karena belum terbiasa jadi anak rantauan yang bisa pulang di akhir semester aja. Aku bilang makasih sama mereka dan juga permintaan maafku. Selain itu aku juga curhat tentang kuliah yang buat aku capek. Pokoknya aku menuliskan uneg -uneg di kertas itu.
Selanjutnya surat itu dimasukin ke amplop dan dikumpulin ke panitia. Katanya sih akan dikirimkan, tapi aku nggak percaya. Sampai akhirnya beberapa minggu setelah itu, ortu nelpon dan bilang ada surat kiriman dari kampus. Mereka nggak bilang apapun kecuali kata "semangat".
Kalau aku lagi down, aku selalu ingat perkataan mereka. Walaupun sederhana tapi bermakna luar biasa bagiku, mereka selalu jadi moodboosterku. Aku bertekad nggak akan menyerah untuk mereka yang selalu memperjuangkanku :')

Yana said...

Yana Fajriyana
@yannafa
yana.fajri@gmail.com
Link : https://twitter.com/yannafa/status/651607988940046336

ngomongin surat jadi keinget jaman jahiliyah dulu pas kelas 2 SD. Ceritanya aku pindah rumah nih jadinya pindah SD pas kenaikan kelas 2. Nah pas kelas 1 itu aku deket sama kakak kelas cowok, kelas 3 SD. Gara-gara insiden idul adha, jadilah aku kenal & deket sama si mas. Namanya Raja, masih inget banget dah.
Pas aku pindah aku sedih banget nih coy. Karena apa? Karena aku suka sama si mas Raja. hahaha namanya juga cinta monyet :D
Jadi awal-awal aku sering kepikiran sama si mas dan sering bayangin mukanya yang lagi senyum. huhuhu cediiiiih. Efek galau dan suka nonton telenoavela & film india, yaudah deh aku bikin surat buat dia. Namanya juga anak kecil, jadi ga kepikiran tuker kontak nih hahaha.
Trus suratnya dikemanain? dimasukkin ke botol terus ditaruh di aliran sungai nih kaya di tipi tipi sambil berdoa semoga jodoh dan ketemu dikemudian hari wkwkwk
Sampai sekarang gak tau deh kejelasannya kaya gimana. Kalau jodoh juga gak kemana hahaha.

kiki said...

Nama : Ridzki Putri
twitter : kikikiki_R
Email : kikilenny39@gmail.com
link : https://twitter.com/kikikiki_R/status/651617886352478208

"Kamu pernah nulis surat? Surat kayak gimana sih yang pernah kamu bikin dan kepada siapa surat itu kamu tuju? Apa kamu pake jasa Dae-Ho? #eh

Pernah kok pernah nulis surat. Surat keterangan sakit ke sekolah karena waktu itu saya sedang terkena penyakit cacar yang ditularkan teman sebangku. Sakit cacar waktu itu tidak memungkinka saya untuk masuk sehingga saya menulis surat keterangan sakit ke sekolah disertai surat dokter karena tanpa surat dokter maka surat saya tak berarti. Ketika surat sudah selesai, orang tua saya ingin mengantarkannya ke sekolah namun apa daya, keduanya tak sempat sehingga mereka menggunakan jasa Dae-Ho yang kala itu lewat depan rumah. Bapak saya berteriak, menyuruh Dae-Ho berhenti lalu menyerahkan surat itu dan menyuruhnya untuk mengantarkan surat itu ke sekolah. Tidak lupa, bapak saya memberikannya tip walaupun tak banyak.

Erin Friyana said...

Nama : Erin
Twitter : @RinShoak
E-mail : Tomoyo.rin@gmail.com
Link : https://twitter.com/RinShoak/status/651676667845451776

"Tentu saja pernah mba. Untuk kakak tingkat waktu pertama kali masuk kuliah, ada satu cowok yang buat ku kelepek-kelepek kaya cacing kepanasan, karena aku orangnnya pemalu ya udah aku bikin surat isinya si rasa kagum gitu bukan buat nembakdia, eh taunya surat itu dibaca temannya juga. Ketika kegiatan ekskul malah dikerjain dan disuruh nembak langsung di depan anak-anak. Malu banget mba, rasanya pengen menghilang saja. Ah, seandainya ada Dae-Ho pasti bakalan lain ceritanya.

Lestyo Haryanto said...

Nama : Lestyo
Twitter : @Lestyo_yupi
E-mail : Lestyo.Haryanto@gmail.com
Link : https://twitter.com/Lestyo_yupi/status/651682643608662017

"Kamu pernah nulis surat? Surat kayak gimana sih yang pernah kamu bikin dan kepada siapa surat itu kamu tuju? Apa kamu pake jasa Dae-Ho? #eh

Jawaban :
Pernah donk. Aku dulu punya sahabat pena di Balige Sumatera Utara. Satu bulan bisa dua kali saling balas surat. Suratnya benar2 berbentuk surat kertas. Isinya macam2, yang paling seru adalah kalau lagi cerita budaya daerah, aku seperti merasa di daerah dia kalau sedang membaca suratnya. Pakai jasa Dae-Ho ? Nggak usahlah, banyak yang masih membutuhkan jasanya daripada aku.. :-)))

thiamelia said...

e-mail: thiameliasn@gmail.com
twitter: @Thia1498
link share: https://twitter.com/Thia1498/status/651702901157457920

Kamu pernah nulis surat? Surat kayak gimana sih yang pernah kamu bikin dan kepada siapa surat itu kamu tuju? Apa kamu pake jasa Dae-Ho? #eh

Pernah, waktu aku tinggal di Bandung, ngirim surat ke nenek aku yang ada di Bogor. Aku deket sama nenek aku, sewaktu kecil aku diurusi oleh nenek aku, karena aku cucu pertama, jadi ketika aku tinggal jauh, dengan alat komunikasi yang belum terlalu dikenal oleh nenek aku, surat adalah salah satu cara agar kita bisa berkomunikasi. Cuma sekali sih ngirim nya, itupun nitip ke saudara saya yang kebetulan main ke rumah saya. Kalau misalnya ditanya pake jasa Dae-Ho apa engga, jujur saya belum pernah pake jasa Dae-Ho, lagian itu kan Cuma ada di Korea, saya belum pernah denger kalau Dae-Ho itu ada di Korea. Tapi, kalau di ibaratin, saudara saya itu seperti Dae-Ho, saya minta dia untuk tunggu sampai nenek saya itu benar-benar baca surat yang saya kirim. Ketika balik lagi ke Bandung, saudara saya membawa surat balasan dari nenek saya. Saya Tanya bagaimana reaksi nenek saya ketika membaca surat itu? Dia bilang nenek saya senyum-senyum sendiri bacanya. Ketika say abaca surat itu pun di hadapan dia sambil senyum-senyum sendiri juga, menyadari tulisan nenek saya yang agak butut.

Walaupun ga pernah pake jasa Dae-Ho saya bisa ngerasain gimana itu rasanya pake jasa Dae-Ho. Kita bener-bener percaya sekali, karena mereka pun melihat secara langsung di penerima yang menerima surat itu membacanya. Hahaha terimakasih untuk saudara saya yang sudah membuat saya merasakan bagaimana itu jasa Dae-Ho.

Cahya said...

Nama: Cahya
Twitter: @chynrm
Email: cahyasptm@gmail.com
Link share: https://twitter.com/chynrm/status/651724821240254464

Surat yang pernah kutulis yang masih kuingat itu waktu jaman SMP. Karena dulu itu kan udah jamannya bisa SMS-an, tapi aku sama pacar waktu itu masih aja suka surat-suratan. Eh, salah ding, bukan pacar. Saat itu statusnya udah jadi mantan. Tapi karena masih sama-sama suka ya makanya surat-suratan deh. Cheesy banget ya? Ujung-ujungnya masih balikan juga gara-gara surat itu. Hahaha :p

Oke, kukasih bocoran nih. Waktu itu surat yang paling kusuka adalah surat yang dia tulis di kertas wangi yang ada gambar-gambarnya. Isinya quote bahasa inggris gitu, tapi aku lupa persisnya apa, udah lama banget sih. Suratnya selalu aku simpan di dompet, tapi pas di SMA dulu dompetku dicuri orang di dalem kelas, jadi suratnya juga hilang. ;;___;;
Akhirnya kubalas pula surat itu dengan quote bahasa inggris juga yang salah satunya isi quote-nya begini:

"True love is never grow old. Old love does not rust."

Kalo inget ini nulisnya di jaman SMP buat gebetan, pas diingetnya sekarang-sekarang ini ya rasanya jadi merinding dan malu sendiri. XD

Pakai jasa Dae-Ho? Heummm mungkin bisa disebut begitu. Soalnya temenku yang sekelas sama si dia (yang juga nyomblangin kami) yang selalu jadi perantara buat saling kasih surat. Kalo kasih ke orangnya langsung, eeerrrr, maluuuuu! Hahaha

rany dwi said...

Nama : Rany Dwi Tanti
E-mail : ranydwi11@yahoo.co.id
Twitter: @Rany_Dwi004
Link Share: https://mobile.twitter.com/Rany_Dwi004/status/651735546729902080?p=v

pernah. tapi sayangnya nggk pake jasa Dae Ho (nggak bakal nyampe, pasti!)

surat ini saya tujukan kepada salah satu orang yang saya sayangi yang hingga sekarang masih mendiami ruang kecil dalam hati saya, tapi sayang saya tidak bakal bisa ketemu lagi dengannya skrng dan sampai kapan pun. tuhan menyayanginya, jadi dia di-ijinkan untuk melihat indahnya surga lebih dulu.

surat ini tidak saya kirim, hanya saya simpan sebagai tanda bahwa dia sekarang mendiami sebagian kecil hati saya untuk dikenang. ada hampir dua puluh surat yang saya tulis untuknya. semua tentang perasaan saya setelah dia tiada.

bagaimana akhirnya saya bisa memaknai setiap kata-kata yang dia ucapkan dulu, yang saya tidak pernah tanggapi dengan serius. dan di surat terakhir, surat berisi perasaan saya. bagaimana saya sangat senang bisa bertemu degan dia. tentang unek-unek yang tidak bisa saya ungkapkan kala dia masih bernafas juga kala kami berbagi tawa bersama.

Leny Hermi said...

Pernah. Aku pernah nulis surat untuk sahabatku yang sudah lama tidak berjumpa denganku. Aku kangen banget sama dia,dan saking kangennya aku sampai nulis surat buat dia dan disurat itu kucurahkan semuanya,semua rasa kangenku kepadanya. Surat itu kukirim lewat pos ke dia,karena dia berada diluar kota. Disurat itu juga kucantumkan no hp ku dan aku meminta dia utk menghubungi kalau dia sdh membaca isi suratku karena aku ingin mengajak dia utk bertemu. Setelah cukup lama aku menunggu,kurang lebih dua minggu tapi itu cukup lama bagiku karena aku sudah kangen banget sama sahabatku itu dan aku sdh tdk sabar utk bertemu. Dan akhirnya tepat dua minggu setelahnya aku mendapat telpon dari dia. Dia mengajakku bertemu tiga hari kemudian. Tibalah hari itu,hari dimana aku bertemu sahabatku setelah kurang lebih lima tahun kami berpisah tanpa tau kbr msing''. Dihari itu tangis kami pecah,tentu itu adlh tangis bahagia karena akhirnya kami bertemu dan saling melepas kangen.
Nama: Leny Hermi
email: lenyhermi@gmail.com
twitter: @Lenny66677291
link share: https://mobile.twitter.com/Lenny66677291/status/651763665390071809?p=v

Post a Comment