Kutipan Favorit :
"Aku memperlakukan setiap menit yang kuhabiskan bersama keluarga dan teman-teman bagaikan waktu-waktu yang sangat berharga. Aku memperhatikan wajah dan suara mereka dengan cermat, supaya tidak melupakan semua itu. Aku tahu aku takkan pernah melihat mereka lagi dan hal itu membuat hatiku pedih, tapi hal ini memang harus terjadi. Tidak ada jalan kembali." -Darren Shan-

Cirque Du Freak-Buku pertama Darren Shan Saga oleh Darren Shan

Wednesday, 6 February 2013

Wishful Wednesday [7]

Tidak menyangka kalau bercerita tentang mimpi membuatku merasa sesenang ini. Hal itu juga mengingatkanku kalau mimpi itu tak hanya untuk ditulis. Tapi juga untuk diperjuangkan. Kini aku bermimpi untuk membaca buku. Semoga dalam waktu dekat aku akan bisa membacanya.

7 ini angka favoritku. Nah di kesempatan yang sebenarnya tak beda dengan kesempatan lain (ini maksud aku gak jelas amat ya? XD) aku mau bercerita tentang wislist buku yang merupakan tulisan orang Indonesia. Yah, semua wish sebelumnya adalah buku milik orang luar negri...

Dan inilah yang ingin aku baca....



Menonton film rasanya kurang lengkap jika tidak membaca bukunya...


Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota Laskar Pelangi. Sebelas orang anak Melayu Belitong yang luar biasa ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. Tengoklah Lintang, seorang kuli kopra cilik yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu—bahkan terkadang hanya untuk menyanyikan Padamu Negeri di akhir jam sekolah. Atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus. Dan juga sembilan orang Laskar Pelangi lain yang begitu bersemangat dalam menjalani hidup dan berjuang meraih cita-cita. Selami ironisnya kehidupan mereka, kejujuran pemikiran mereka, indahnya petualangan mereka, dan temukan diri Anda tertawa, menangis, dan tersentuh saat membaca setiap lembarnya. Buku ini dipersembahkan buat mereka yang meyakini the magic of childhood memories, dan khususnya juga buat siapa saja yang masih meyakini adanya pintu keajaiban lain untuk mengubah dunia: pendidikan.


 


Sang Pemimpi adalah sebuah lantunan kisah kehidupan yang memesona dan akan membuat Anda percaya akan tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan, lebih dari itu, akan membuat Anda percaya kepada Tuhan. Andrea akan membawa Anda berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran di mana Anda akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib, tantangan intelektualitas, dan kegembiraan yang meluap-luap, sekaligus kesedihan yang mengharu biru.

Tampak komikal pada awalnya, selayaknya kenakalan remaja biasa, tapi kemudian tanpa Anda sadari, kisah dan karakter-karakter dalam buku ini lambat laun menguasai Anda. Karena potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan Anda pada rasa humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang meresonansi. Karena arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama buku ini: Arai dan Ikal akan menuntun Anda dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar Anda dapat melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar Anda menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan Anda sendiri.

“Kita tak kan pernah mendahului nasib!” teriak Arai.
“Kita akan sekolah ke Prancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apa pun yang terjadi!”





Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!




Keberanian dan keteguhan hati telah membawa Ikal pada banyak tempat dan peristiwa. Sudut-sudut dunia telah dia kunjungi demi menemukan A Ling. Apa pun Ikal lakukan demi perempuan itu. Keberaniannya ditantang ketika tanda-tanda keberadaan A Ling tampak. Dia tetap mencari, meski tanda-tanda itu masih samar.
Dapatkah keduanya bertemu kembali?




Kenapa aku ingin membaca cerita ini?

Karena namaku menjadi salah satu judul bukunya :D Yang mana? Itu yang ke-empat! Gak keliatan apa judulnya? Maryana Karpov! Oke, aku tahu ini sedikit maksa :P Maaf, maaf hanya bercanda....

Aku pernah menyentuh buku ini. Saat aku di Madiun di salah satu kediaman keluargaku. Aku menghabiskan waktu untuk membuka koran dan majalah. Semua yang ada di bawah meja dan di tempat lain kubuka satu persatu.

Aku hanya semalam di sana. Esoknya aku pergi ke Malang bersama ayahku. Kami pergi tiga hari dua malam kalau tidak salah. Lalu kembali lagi ke Madiun. Dan aku juga kembali melakukan hal yang sama. Membaca koran dan majalah.

Sepertinya kakak sepupuku sebal melihat tingkahku yang selalu diam sambil membaca. Akhirnya ia meminjamkanku buku Laskar Pelangi. Saat itu buku ini lagi heboh-hebohnya. Tapi keesokan harinya aku harus kembali ke Yogyakarta. 

Gimana gak nyebelin coba?

Aku hanya membaca beberapa halaman saja. Saat itu sudah lewat jam sembilan malam. Aku harus segera tidur karena harus berangkat ke Yogya saat pagi belum tiba.

Aku menikmatinya. Alurnya begitu menyenangkan dan deskripsinya rinci. Sayang aku hanya menikmatinya sebentar saja. Meski sudah menonton filmnya.... tetap saja tidak lengkap jika tidak membaca bukunya.

Tapi untuk mengobati kekecewaanku--lebih tepatnya sebagai ganti uang lebaran :))--aku dibekali buku Harry Potter and the Order of the Phoenix! Bawaan tambah berat, bukan masalah. Terlebih aku mengantongi seplastik batu--benar-benar batu--yang aku ambil dari Pantai Balekambang di Malang.

 Jadi aku merasa kalau aku perlu melanjutkan. Siapa tahu aku punya kesempatan untuk bertemu Andrea Hirata. Aku akan memintanya untuk mengubah judul buku terakhirnya menjadi Maryana Karpov.....



   

Ada yang mau ikutan Wishfull Wednesday juga?
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky di sini. Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

2 comments:

astrid said...

woahh aku ada buku 1-3, dijual murah =D kalo mau, pls contact me aja yah =D

Ryana Maryana said...

*berpikir keras*

Post a Comment