Kutipan Favorit :
"Aku memperlakukan setiap menit yang kuhabiskan bersama keluarga dan teman-teman bagaikan waktu-waktu yang sangat berharga. Aku memperhatikan wajah dan suara mereka dengan cermat, supaya tidak melupakan semua itu. Aku tahu aku takkan pernah melihat mereka lagi dan hal itu membuat hatiku pedih, tapi hal ini memang harus terjadi. Tidak ada jalan kembali." -Darren Shan-

Cirque Du Freak-Buku pertama Darren Shan Saga oleh Darren Shan

Tuesday, 5 February 2013

Let me be a cupid!

Terkadang aku menangis. Mengingat dia yang tak akan pernah kembali. Ia yang pernah mengisi hariku. Ia yang terpaksa menjadi sasaran ejekan dari sepupuku karena keluarganya. Itu kejam, aku tahu. Tapi aku tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah sepupuku. Ia sudah begitu sejak lahir. Sepertinya genetika. Tidak ada satu orangpun yang tampaknya bisa mengubahnya.

Yang aku bicarakan adalah Fred Weasley dan Draco Malfoly.

Dan tak ada yang mengira kalau yang aku tangisi itu Draco kan? *asah golok*

Tak akan ada yang percaya kalau aku punya cerita Harry Potter versiku sendiri. Ini bukan bagian dari plagiat lho ya melainkan sebuah kekaguman. Saking sukanya dengan Harry Potter (meski sebenarnya ada kemiripan maksud dengan kalimat cinta tak harus memiliki... yang gak ngerti apa maksudku gak usah tanya. Ini urusan pribadi antara aku, tante Jo dan Rupert Grint #eh), aku ingin menjadi bagian dari ceritanya dan hal itu tidak mungkin terjadi.

Sekilas nih ya tentang cerita Harry Potter di mana ada aku di dalamnya :P



Namaku Alexa F. Bergin (Kalau di dunia muggle namaku R. Maryana :P). Aku seorang darah murni. Kakak sepupu Draco Malfoy, saudara jauh Sirius Black dan cinta pada Fred Weasley.

Sama seperti yang lain. Aku juga menaiki Hogwarts Express untuk pertama kalinya saat umur sebelas tahun. Sebenarnya sepuluh tahun lebih sembilan bulan karena aku ulang tahun di bulan Desember. Aku menjatuhkan syalku di kereta. Aku menceritakannya tentang hal itu di blog milikku. Tapi tentu aku menyamarkan banyak hal demi keamanan. Tapi karena kalian bersedia membaca postingku ini, kalian bisa membaca bagaimana syal mempertemukan aku dengan Fred di sini.

Aku salah seorang teman dekat Cedric Diggory. Jadi meskipun aku di seleksi masuk Ravenclaw, aku sering menyebrang meja asrama di aula besar. Mengobrol dengan teman lama maksudnya. Dan Draco tidak berani pada Ced. Jika dia melihatku dengan Fred, dia selalu naik darah. Aku selalu mengancamnya akan memberinya satu dari dua kutukan tak termaafkan yang telah kupelajari dari ayahnya.

Aku dekat dengan Fred saat aku kelas 5. Kalau ceritanya itu rahasiku dan Fred :P Fred menceritakan banyak hal padaku. Kami menghabiskan banyak waktu di ujung tangga di sebelah aula besar untuk mengobrol. Barangkali obrolan kami adalah hal yang tak pernah kalian tahu.

Ceritaku tentu tidak berakhir di sini. Aku harus melewati tahun terakhir dengan penuh kesedihan. Aku terpaksa menjauhi Harry, Ron, Hermione juga yang lain karena melindungi keluargaku. Aku tahu Draco sedang mendapatkan tugas khusus dari Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut. Jikalau aku mencoba menghalanginya, tentu aku dan keluargaku akan mendapat masalah. Tapi tentu saja, aku setia pada Dumbledore. Aku menceritakan semua yang kutahu padanya. Kau-Tahu-Siapa tidak mengenalku dan itu bagus. Aku tidak ingin (dipaksa) menjadi temannya.

Oke, cukup ceritanya. Aku tidak mau bercerita bagaimana aku mendapatkan kutukan Cruciatus dari salah seorang pelahap maut.

Dari sekian kalimat bualanku, hanya satu yang perlu kalian percaya.

Percayalah, aku memang seorang darah murni.

*lalu Ryana diteriaki "Huuuuuuuu.......!"

Oh iya, jikalau aku benar-benar ada di dalam cerita Harry Potter, aku akan melakukan satu hal. Fred pernah bercerita tentang isi hati Lee Jordan :D

Aku sudah sering mendengar komentar Lee. Dan di setiap pertandingan Quidditch di mana Angelina bermain, Lee pasti mengomentarinya. Angelina memang hebat. Tapi bukan kebetulan namanya kalau Lee memujinya hampir di setiap pertandingan.

Menurutku mereka cocok. Yah, meski sebenarnya mereka tidak selevel. Angelina mempertaruhkan hidupnya di atas sapu, sedangkan Lee sibuk memujinya dari tempat duduknya di samping Profesor McGonagal. Bayangkan saja levelnya. Angelina terbang puluhan meter di atas Lee :))

Jadi ceritanya nih ya, cuma cerita lho ya... Aku akan mendekatkan hubungan antara Lee Jordan dan Angelina Johnson.... Kalau perlu pake mantra dan ramuan.

Pertandingan pertama Harry Potter. Lee juga memuji Angelina. Sayang sekali, aku tidak banyak tahu tentang hubungan mereka. Yah, aku kan bukan anak Gryffindor. Dan setelah lulus aku juga sibuk. Sibuk mencari laki-laki yang bisa kucintai setelah Fred pergi #eaaa *lalu Ryana dikejar troll*



>>Posting ini dibuat dalam rangka mengikuti #HotterPotter #FebruaryMeme<<

6 comments:

Melisa said...

Hahaha jujur neh aku suka banget sama si kembar Weasley, sempet bertanya-tanya juga gimana rasanya jadi pacar salah satu dari mereka? Ada sisi romantisnya juga kah? *mulai ngayal*

Ryana Maryana said...

Mau aku ceritakan kisahku mbal Mel? *lalu nyengir*

Ika Kartika Utomo said...

Di antara Fred and George, aku juga sukaaaa sama Fred *buka-bukaan*. Nangis darah aku waktu si Fred terbang mendahuluiku ke alam sana :'(

Ryana Maryana said...

Mereka kembar tapi perbedaannya juga terlihat... Aku juga sedih waktu dipaksa menerima kenyataan kalau dia sudah tidak bernafas :(

A.S. Dewi said...

*pukpuk* Semoga kamu menemukan Fred yang lain ya, Ry :'(

Ryana Maryana said...

amin...

Post a Comment