Kutipan Favorit :
"Aku memperlakukan setiap menit yang kuhabiskan bersama keluarga dan teman-teman bagaikan waktu-waktu yang sangat berharga. Aku memperhatikan wajah dan suara mereka dengan cermat, supaya tidak melupakan semua itu. Aku tahu aku takkan pernah melihat mereka lagi dan hal itu membuat hatiku pedih, tapi hal ini memang harus terjadi. Tidak ada jalan kembali." -Darren Shan-

Cirque Du Freak-Buku pertama Darren Shan Saga oleh Darren Shan

Wednesday, 19 June 2013

Tentang : So Real/Surreal by Nugroho Nurarifin

Penulis : Nugroho Arifin
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 176 Halaman
Terbit : Maret 2008
Genre : aku juga bingung sebenarnya ._.a
Status : Kado









Sinopsis 

Marah kepada kenyataan, seorang lelaki muda berkomitmen menjalani kehidupan sekali pakai. Hidupnya penuh dengan gelas-gelas plastik yang ia pakai minum, piring-piring styrofoam yang ia gunakan untuk makan, dan celana dalam kertas yang langsung ia buang sebelum mandi. Gaya hidup serba singkat ini ia pilih untuk membatasi interaksinya dengan kenyataan yang sifatnya jangka panjang. Setiap hal yang bersifat jangka panjang berpotensi memberi rasa nyaman dan kehilangan rasa nyaman akan mendatangkan sakit hati, begitu pikirnya. Lewat internet, hidupnya bersilang jalan dengan Nugroho Nurarifin, penulis novel dan penulis naskah di sebuah advertising agency. Di waktu yang sama, Anisa pasangan Nugroho, tanpa disadari masuk ke dalam kehidupan Raymond, seorang pengusaha media terkemuka. Ia menjadi bagian dari kehidupan nyata seorang pengusaha selebritis yang selama ini hanya ia kenal dari image-nya saja.

Keempat karakter ini, dua nyata dan dua fiksi, bertemu di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan budaya massa. Mereka terjebak dalam sebuah dunia di mana yang dianggap nyata bisa jadi hanya imaji. Sedangkan yang dianggap cuma khayalan, mungkin justru adalah kenyataan. Tersesat dalam ruang tanpa batas antara yang real dan yang surreal, mereka mencoba menjalani kehidupan masing-masing. Satu hal yang mereka tak sadari, hidup mereka sedang menuju kepada konsekuensi-konsekuensi yang tidak mereka pahami. Dan mungkin akan mereka sesali
.



My Story

Tepat 1 tahun 3 hari yang lalu. Yup, 16 Juni 2012. Aku mendapatkan buku ini dari kak Dinda. Seorang mahasiswi asal ITB yang sedang menjalani PKPA di tempat kerjaku, untuk profesi apoteker.

Sehari sebelumnya, 15 Juni 2012, dengan menggebu-gebu kak Dinda bercerita padaku tentang sebuah buku yang akhirnya aku beli satu hari setelah ulangtahunku. Eh besoknya kak Dinda bawa 3 buah buku untukku dan salah satunya buku ini. Kenang-kenangan dan salam perpisahan mungkin. Karena kak Dinda memberiku buku di hari terakhir kamu bertemu.


Pin

Ampunlah, aku gak ngerti buku ini. Baru baca halaman awal dan bingung. Buku ini ceritanya menggunakan sudut pandang orang pertama dari beberapa orang. Perbedaan orang ini ditunjukkan dengan perbedaan ukuran dan jenis tulisan.

Tapi tetep aja aku bingung.

Bahasanya juga bukan bahasa aku. Meski tinggal di kota, aku bukan orang yang suka akan sesuatu yang berbau Glamour. Ini bahas tentang iklan segala, ya mana gue ngerti .-.

Dan, kalau sudah mentok males baca, aku suka membuka halaman asal dan membaca secara acak berusaha untuk menemukan ketertarikan lagi untuk membaca.

Tapi aku sampai pada adegan yang pasti bikin aku gak akan melanjutkan baca. Bagian apa itu? Itu rahasiaku.

Yang pasti buku The Windflower yang pernah kuceritakan masuk ke dalam daftar tak akan aku baca sudah pindah tangan. Seorang teman hari minggu lalu berulang tahun dan aku tanya ia ingin buku apa sebagai hadiah. Tapi ia bilang tidak usah. Karena secara teori gajiku hanya setengah gajinya. Tapi kemarin malam dia mengirim sms menanyakan buku The Windflower. Berapa harganya dan ia berniat membelinya dariku kalau ia tidak menemukan buku itu di toko buku. Dan akhirnya aku kasih aja buku itu.

Toh pendapat kami sama.

Buku itu hanya akan jadi pajanganku karena aku tak akan pernah membacanya secara utuh.

And i'll do the same.

Aku harap aku bisa memberikan buku ini pada siapapun yang menginginkannya. Aku tidak berniat menjualnya. Buku ini kado. Lagian sudah ada tanda-tangan kak Dinda dan tanda tanganku. Waktu dikasihin ke aku sih polos dan bersih gak ada coretan apa-apa. Cuma aku maksa kak Dinda buat nanda tangan karena bukunya mau aku sign juga.

If you really want to read this book, you can call me. You can see my email address at page Sale Corner. I'll give you it free..... and i'm not kidding

2 comments:

iin nurkasan said...

mba... aku penasaran sama bukunya. banyak yang bilang buku ini ga bagus dan membingungkan tp saya penasaran.

Ryana Maryana said...

aku sih jelas gak suka ._.
oh iya, maaf aku lupa ngupdate. buku ini udah pindah tangan. udah ada yang kirim email. udah diterbangkan ke Kalimantan....

Post a Comment