Kutipan Favorit :
"Aku memperlakukan setiap menit yang kuhabiskan bersama keluarga dan teman-teman bagaikan waktu-waktu yang sangat berharga. Aku memperhatikan wajah dan suara mereka dengan cermat, supaya tidak melupakan semua itu. Aku tahu aku takkan pernah melihat mereka lagi dan hal itu membuat hatiku pedih, tapi hal ini memang harus terjadi. Tidak ada jalan kembali." -Darren Shan-

Cirque Du Freak-Buku pertama Darren Shan Saga oleh Darren Shan

Tuesday, 12 March 2013

Review : Tunnels of Blood by Darren Shan

Penulis : Darren Shan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 208 Halaman
Terbit : Cetakan III, Januari 2010
Genre : Fantasi
Status : Dulu pinjam kini Beli :D

Where death stalks the darkness...










Sinopsis

Darren Shan telah menerima jati dirinya sebagai asisten vampir dan mulai terbiasa dengan kehidupan di Cirque Du Freak. Namun mendadak, Mr. Crepsley mengajaknya berkelana lagi, kali ini ke kota besar.

Darren heran melihat Mr. Crepsley yang terus-menerus berkelakuan misterius sejak mereka sampai di sana. Tapi Darren tak begitu peduli karena dia bertemu gadis istimewa. Debbie membuatnya merasa seperti bocah normal. Kebahagiaan Darren seketika lenyap ketika peristiwa aneh terjadi. Mayat-mayat ditemukan di kota itu—tenggorokan mereka digorok dan darah mereka diisap hingga kering. Apakah Mr. Crepsley terlibat dalam kejadian itu?

Pengejaran terhadap si pelaku pembunuhan membawa Darren ke saluran bawah tanah kota. Pipa-pipa di sana bagaikan labirin berbau busuk yang diselimuti kegelapan total. Mampukah Darren meloloskan diri dari bahaya? Haruskah nasibnya berakhir di Terowongan Darah?



Footnote

Dear Darren,

Aku senang bisa mendengar kabarmu lagi. Kau baikkan di Cirque? Kau kini lebih kuat dari bisanya. Meminum darah dari ras-mu, akhirnya bisa kau lakukan. Bagaimana rasanya meminum darah hingga habis dari orang yang dekat denganmu setelah kau meninggalkan orang-orang terdekatmu?

Maaf, aku tahu kau pasti kesal mendengarku mengatakan hal itu. Tapi lihatlah kenyataannya Darren! Kau tidak bisa hidup hanya dengan meminum darah binatang. Lagi pula, kau ini setengah vampir. Sehaus apapun dirimu, kau tidak akan membunuh siapapun. Ya, kita tahu persis jika kau melakukannya maka Dewan akan mengadilimu. Dan mungkin saja hukuman mati secara tidak terhormat akan dijatuhkan padamu. Apa hal itu lebih baik ketimbang bergabung dengan vampaneze?

Soal vampeze. Sejujurnya ia adalah mahluk paling mengerikan yang pernah kudengar. Apa yang terjadi pada tubuhnya adalah akibat dari apa yang mereka minum. Aku heran kenapa hal itu terjadi. Apa ini adalah suatu keadaan yang bisa disebut dengan overdosis yang menyerang para mahluk malam?

"Konyol." | "Begitulah cara kami. Waktu telah mengubah vampaneze. Kau melihat rambut, kuku dan mata yang merah itu?" | "Dan bibir. Dan kulitnya berwarna ungu." | "Perubahan-perubahan ini terjadi karena mereka minum darah lebih banyak daripada vampir."

Soal Dewan. Ini pertama kalinya aku mendengar tentang Gavner. Dia itu benar-benar seorang jendral? Tampangnya tidak meyakinkan. Dan sungguh, aku sangat tidak percaya kalau Mr. Crepsley adalah salah seorang jendral yang hampir menjadi pangeran vampir andai saja ia tidak meletakan jabatannya sebelum penobatan. Membayangkan dia memakai jubah kebesaran dan mahkota... itu menggelikan XD

Soal Cirque. Kau punya keluarga baru ya? Itu bagus. Dan kau juga punya banyak kegiatan untuk kau lakukan. Orang tua itu kadang menyebalkan ya? Saat kau senang di Cirque, Mr. Crepsley mengajakmu pergi dan membuatmu terpaksa menyebutnya ayahmu. Tapi lihatlah sisi baiknya. Kalian bisa mengajak Evra.

Hey, kau bertemu dengan seorang gadis yang bisa kau ajak kenalan rupanya. Ini bagus Darren. Kau bisa membuat dirimu merasa kembali menjadi manusia. Namun kau juga sadar kalau kau bukan manusia. Pilihan bijak, aku setuju dengan Mr. Crepsley. Kau tetap menjaga jarak dengan Debbie.

Oh ya. Di kota yang pernah ditinggali oleh Mr. Crepsley saat ia masih menjadi seorang manusia telah mendapat terror ya? Pembuhan. Siapa lagi yang bisa kau kira melakukan pembunuhan tanpa jejak dan meminum darah sampai habis selain satu-satunya vampir di dekatmu?

Aku turut bersedih tentang apa yang terjadi pada Evra dan kuharap hubunganmu dengan Debbie akan baik-baik saja meski kita sama-sama tahu hubungan kalian tidak akan pernah lebih dari sekedar teman.

Kemarin aku mendengar kabar dari Annie. Tidak banyak. Hanya tulisan diary-nya selama beberapa hari. Kau ingin mendengarnya?


Regards,
ryana


My Story

Copas dari review buku ke-2 :D Ceritaku tentang mendapatkan buku ini tidak jauh dengan ceritaku tentang mendapatkan buku pendahulunya. Begitu pula saat status buku ini pindah dari pinjam ke beli. Aku mendapatkan mereka secara bersamaan. Di saat aku pikir aku tidak bisa menemukan mereka. Mereka jarang ditemukan. Sekali aku menemukannya, mereka ada di dalam keadaan kelompok. Tidak satuan.


Pin

Sedikit pertempuran dengan vampaneze. Tapi buku ini menjelaskan banyak hal. Maksudku banyak hal yang membingungkan di buku ini  yang kelak akan menjadi pokok permasalahan di buku-buku selanjutnya.

Aku lupa banyak bagian dalam buku ini. Berbeda dengan pendahulunya. Aku ingat banyak hal sampai harus menahan diri agar tidak melewatkan satu katapun. Meski di buku pertama aku betah banget diem di halaman pertama di bab 29.

Aku justru harus lebih memperhatikan jalannya cerita. Ada beberapa adegan yang kuingat yang justru tidak ada di sepanjang buku ini. Mungkin di buku selanjutnya.

Kedatangan Gavner. Kupikir ia muncul di buku ke-enam.

Kencan dengan Debbie. Aku tidak menemukan adegan di mana Debbie bertemu Mr. Crepsley.

Aku ingat bagaimana Murlough--tokoh yang paling tidak kusukai--menyiksa Evra. Aku ingat betul bagian ini. Tapi sama sekali tidak ingat misi penyelamatan Darren. Bagaimana ia menyusuri pipa-pipa tua dalam kegelapan sambil berterian bahkan kadang juga sambil merangkak.

Ini pertama kalinya di cerita Darren Shan ada adu fisik :))

Tapi perang yang sesungguhnya baru akan dimulai.

Tiga buku pertama di sebut sebagai Vampire Blood.

Yah, apapun yang terjadi, apapun yang Om Shan tulis aku tetap menyukainya. Aku harap aku bisa bertemu dengannya lagi. Setidaknya dengan cara yang sama saat aku pertama kali bertemu dengannya.


Postcard

 

0 comments:

Post a Comment