Kutipan Favorit :
"Aku memperlakukan setiap menit yang kuhabiskan bersama keluarga dan teman-teman bagaikan waktu-waktu yang sangat berharga. Aku memperhatikan wajah dan suara mereka dengan cermat, supaya tidak melupakan semua itu. Aku tahu aku takkan pernah melihat mereka lagi dan hal itu membuat hatiku pedih, tapi hal ini memang harus terjadi. Tidak ada jalan kembali." -Darren Shan-

Cirque Du Freak-Buku pertama Darren Shan Saga oleh Darren Shan

Tuesday, 31 December 2013

Review : Jonggrang by Bimo S. Nimpuno and Gerry Nimpuno

https://www.goodreads.com/book/show/7143336-jonggrang?ac=1
Penulis : Bimo S. Nimpuno dan Gerry Nimpuno
Penerbit : Edelweiss
Tebal : 270 Halaman
Tahun Terbit : Oktober 2009
Genre : Fantasi, Sejarah
Status beli


Cinta seperti juga dendam, tidak perlu ruang dan waktu










Sinopsis
Saat Jawa tengah digagahi banyak kerajaan dengan penuh persaingan dan pertumpahan darah, pertempuran maut antara kerajaan Peking dan Prambanan melahirkan peristiwa cinta tragis antara Bandung Bondowoso dan Loro Jonggrang. Bandung yang sakti itu amarahnya meluap tak terbendung hingga blar! Seketika meledak menjadi kutukan yang membuat Jonggrang, sang ratu dari Kraton Prambanan yang diporandakannya—yang demi mengejar cintanya ia mengerahkan kesaktian untuk membangun prambanan—menjelma menjadi patung cantik menawan di candi Prambanan.

Saat Data mengambil cuti dari kebisingan kerjanya di Jakarta, berlibur ke Bali dan Jogja menikmati indahnya kejayaan masa silam, terpukau oleh relief-relief dan patung Prambanan serta pesona “ritual” pertunjukkan seni, tiba-tiba matanya terbius oleh kecantikan wanita misterius bernama Jonggrang. Elektra sang tunangan yang ia anggap tercantik pun tiba-tiba runtuh menjadi tidak apa-apanya. Satu pengalaman yang membuat Data pontang panting antara Jakarta dan Jogja, terbanting-banting antara alam Elektra dan Jonggrang, mengembara di dalam sebuah misteri akan betapa Jonggrang jiwanya masih nyalang ribuan tahun lamanya akibat dendam kesumat dan cintanya…dan kenyataan-kenyataan lainnya.


Footnote

Ini buku agak 'menye-menye' ._. 


My Story

Ambil dari sale Gramedia--padahal niatnya cuma cuci mata dan beren cuci mata karena naik ampe lantai paling atas dan sebenarnya udah bilang sama diri sendiri buat gak bawa pulang buku apapun. And if you know my full name, you must be know why i took the book :) 


Pin

Buku ini menang di sejarahnya >.<

Penjelasan yang mendetail tentang banyak hal. Tapi andai aku bisa mengingat hal itu. Buku ini menambah sedikit wawasan tentang sejarah banyak hal mengagumkan di Indonesia.
 
Alurnya agak bikin bingung sebenarnya. Berganti ganti POV dan dibeberapa tempat terkesan maksa dan jatuhnya malah salah POV. Mungkin maksud penulis ingin membawa pembaca ke dunia di luar pemeran utama agar pembaca tahu apa yang terjadi di luar sana saat pemeran utama 'tertahan' di suatu dunia. Tapi caranya gak mulus :(

Romancenya....

Berhubung aku masih muda--muda dalam ukuranku--aku tidak suka adegan romantisnya. Pelukan, ciuman, aku gak berharap dua hal itu yang bakal jadi menu sampinganku saat membaca. Entah deh, males aja kalau ketemu yang begituan. Dan ini yang bikin aku menghindar dari buku bergenre Dewasa. 

Fantasinya....

Lumayanlah. Gak berlebihan. Dan aku sukses suka sama Jonggrang. Sampe sampe name account twitter aku ganti jadi Roro Jonggrang selama dua hari.

Bahasanya....

Agak kaku. Padahal settingnya di kota besar.

Alurnya....

Ini juga lumayan. Gak bertele tele ceritanya.

Endingnya....

Cuma perasaanku saja atau memang ada seakan pergeseran pemeran utama. Dari Data ke Elektra. Soalnya yang punya peran banyak di akhir buku itu justru Elektra. Bukan Data yang muncul paling awal.

Segitu aja.

Sayang aku udah janji gak akan kasih bintang kurang dari tiga.

 
Postcard

  

0 comments:

Post a Comment