Wednesday, 22 May 2013

Review : Cinderella's Fairy by FJ Ismarianto


Penulis : FJ Ismarianto
Penerbit : Story Eater via nulisbuku.com
Tebal : 151 Halaman
Terbit : Agustus 2011
Genre : Fantasi
Status : Dipaksa Beli XD












Sinopsis

Saphira adalah peri Cinderella yang telah gagal tiga kali berturut-turut dalam Penugasan. Untungnya kepala Akademi Peri memberinya satu kesempatan terakhir, namun kepala Akademi Peri hanya memberinya waktu dua minggu untuk menyatukan cinta Cinderella dan pangerannya.

Namun ada tiga hal yang membuat Saphira merasa bingung:
3. Rosa, Cinderella yang menjadi tanggung jawabnya, benci dengan pangerannya
2. Dia jatuh cinta pada Scott, sang pangeran Cinderella
1. Ratu Pixie, musuh bebuyutan bangsa peri, menawarinya untuk mewujudkan salah satu impian terliarnya yakni, menjadi manusia—yang artinya, kesempatan untuk memiliki Scott untuk dirinya sendiri.

Akankah Saphira berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Kepala Akademi Peri--menyatukan Cinderella dan pangerannya? Atau malah memenuhi egonya dengan menerima tawaran Ratu Pixie untuk menjadi manusia dan mengejar cintanya?


Read the first chapter

Wednesday, 15 May 2013

Wishful Wednesday [21]

Kehabisan kata lah minggu ini XD

Ini dia inceranku. Minggu lalu sempet ketemu di Togamas :)


Review : Trials of Death by Darren Shan

Penulis : Darren Shan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 200 Halaman
Terbit : Cetakan ke-3, Januari 2010
Genre : Fantasi
Status : Dulu pinjam kini beli

The bloodletting begins...










Sinopsis

Untuk membuktikan dirinya layak dialiri darah vampir, para pangeran vampir hanya memberi Darren Shan dua pilihan : Ujiian atau pancang-pancang di Aula Kematian. Terkadang Darren berpikir mati akan jadi anugerah terbesar buatnya. Namun di saat-saat sulit, Darren merasa beruntung memperoleh dukungan dari Vanez Blane si pengawas permaianan, Kurda Shmalt sang calon pangeran vampir, dan Gavner Purl si jenderal vampir.

Demi menghindari takdir mengenaskan, Darren mengerahkan segenap keberanian, kecerdasan, dan kekuatan secara fisik maupun mental. Namun perhatian Rapat Dewan Vampir terpecah karena kekhawatiran datangnya serangan vampaneze, seperti yang diramalkan Mr. Tiny. Darren sendiri belum menyadari bukan hanya maut di Ujian yang harus dia hadapi, tapi juag pengkhianatan yang mengintai seluruh penghuni Gunung Vampir.


Wednesday, 8 May 2013

Wishful Wednesday [20]

Pagi itu adalah hal yang buruk. Seseorang meledak di depanku dan aku berusaha menyingkir agar aku tidak ikut meledak di depannya. Tapi hal itu justru membuat ia meledak. Aku sudah melupakan hampir sepanjang kejadian. Aku sudah melupakan hampir semua yang ia ucapkan. Aku sudah hampir melupakan semuanya. Aku hanya menganggap hal itu adalah mimpi buruk. Mimpi yang sangat buruk. Mimpi terburuk.

Tapi untungnya menjelang siang aku mendapat telfon yang membuatku kembali tersenyum tapi tak lama. Karena aku kembali dijebloskan kepada kenyataan kalau daftar buruanku semakin lama semakin panjang.

Minggu ini nambah satu. Dan sesungguhnya ini wishlist terdekat denganku...


Rapid Fire Question About Books

Aku heran. Kenapa justru aku ditodong sama kak Diah. Padahal udah jawab pertanyaan ini di grup. Iseng jawab postingannya kak Winda Scorfi Hudah. Gak aneh juga sih. Ini pertanyaan jadi berantai soalnya. Tapi aku kaget, aku yang gak heboh di BBI kenapa kena juga -_-

Berhubung aku anaknya baik hati dan tidak gampang marah meski suka menyimpan dendam #eh, aku dengan senang hati mengerjakan pe-er yang tampaknya telah ditetesi Veritaserum #apadeh XD

Langsung aja ya, Rapid Fire Question About Books.....

Tapi jangan harap dirimu menemukan yang 'langsung' di istana kecilku XD

Wednesday, 1 May 2013

Wishful Wednesday [19]

The Kill Order sampai di tanganku kemarin. Saat aku sedang bekerja temanku menerima telpon dari operator di meja informasi kantor dan memberitahukan kalau paketku sampai. Seorang teman mengirim sms padaku kalau ia agak pusing dan akan datang terlambat. Aku yang saat itu sedang terburu-buru kejar deadline akhirnya kabur pulang meninggalkan kepala ruangan yang baru akan pulang saat temanku datang.

Aku berjalan ke bagian informasi dan bertemu seorang satpam yang sudah mengenalku karena aku sering menanyakan paket yang bahkan belum dikirim. Aku menerima dua paket. Satu dari Mizan dan satu lagi dari Book Depository. Sebuah buku yang merupakan prekuel The Maze Runner Trilogi. Thanks for the prize, Michelle!

Dan wishlistku kali ini ada hubungannya dengan om Dashner....

 (sumber)

Kenapa aku ingin membaca cerita ini?

The Winner of the First Book Giveaway!

Selamat menyambut hari pertama di bulan Mei :D

Gak kerasa lewat juga bulan April. Bulan yang entah kenapa sepertinya sekuat tenaga menguji saya. Dari otak sampai kaki.

Nah, Mei ini semoga lebih cerah :D

Ada tanda-tanda sih. Akhir April April mendapat salah satu buku yang kudamba.

Welcome to my room, The Kill Order. Finally you can stand beside your brothers :D


Langsung aja ke inti cerita.

Tuesday, 30 April 2013

Fall and Fail

Aku berusaha untuk kembali menarik nafas. Kenyataannya adalah aku sudah berkali-kali menahan nafasku. Menahan rasa sakit di dada yang sulit ditahan. Aku duduk di tempat tidurku. Di kamar yang sudah kutempati tiga tahun yang lalu. Hampir tiga tahun yang lalu. Dan mungkin saja tiga tahun ke depan.

Tadi pagi, aku mengemas semua buku yang aku miliki. Hanya perlu tas kecil untuk membawanya, dengan mantra sederhana, segalanya jadi mudah. Aku bisa saja tidak menaruh apapun di tas yang dijadikan sebagai properti ujian, andai saja para pengawas tidak melihat apa yang kami masukan.

Dan aku menyesal.

Seharusnya aku mencari barang lain. Barang yang tidak akan aku tangisi jika hilang. Seharusnya aku mendengarkan ucapan Lucy--salah seorang teman sekamarku. Ia membawa sebuah boneka beruang yang sudah tampak lusuh. Ibunya mengirim boneka itu lewat burung hantu keluarga. Baru datang kemarin malam. Kami memang tidak ditanya tentang barang-barang itu. Tapi para pengawas pastilah berpikir benda usang adalah benda kesayangan yang tak pernah bisa dibuang.

Dan aku juga tidak lulus ujian terbang.

Aku harus mengulang dan ini jadi dua kali lebih sulit. Para pengawas akan lebih fokus lagi. Tidak seperti hari ini. Kami terbang bersamaan ke arah yang sama. Dan para pengacau yang terbang bersama kami tentu punya lebih banyak sasaran.

Aku memang masih punya waktu dua bulan untuk menyelesaikan ujian. Setelah itu aku bisa dinyatakan sebagai seorang Auror muda. Yah, aku sama sekali tidak berharap aku bisa disebut seorang Auror yang sah bulan Juni nanti.

Aku bahkan tidak bisa terbang dengan baik. Aku berusaha untuk menghindari seorang pengacau--yang tentunya penyihir yang juga menaiki sapu dan berusaha menjatuhkan kami dengan tingkat sihirnya--dan tak melihat teman di sampingku. Aku menabraknya. Aku sempat berputar di sapuku. Aku bisa bernafas lega untuk sesaat saat tahu aku masih berpegangan di sapuku dan aku masih memegang tongkat berinti Naga dan terbuat dari kayu Ash sepanjang 12 1/2". Tapi aku harus menahan nafasku saat menyadari tas kecil di kaitan sapuku sudah tidak ada.

Kini aku ada di Diagon Alley di Flourish and Blotts. Duduk di salah satu kursi untuk memperhatikan Alex yang mencarikan sesuatu yang bisa menghiburku.

"Tidak ada yang tersisa?" tanya Alex.

"Ini kesepuluh kalinya kau bertanya padaku!" jawabku kesal.

"Kenyataannya Ryana, kita hanya bisa membeli satu buku saja. Meskipun kita punya ribuan Galleon kita tetap tidak memborong semua buku di sini. Tidak ada cukup tempat di kamar. Dan kita tidak boleh menggunakan sihir apapun di tempat pelatihan."

"Jadi, apa yang bisa kuambil?"

Review : Harry Potter and The Goblet of Fire by J. K. Rowling

Penulis : J. K. Rowling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 896 Halaman
Terbit : Cetakan ke-10, Desember 2001
Genre : Fantasi
Status : Sewa









Sinopsis

TAHUN ini akan berlangsung Piala Dunia Quidditch. Harry ingin sekali menontonnya, tetapi akankah keluarga Dursley menginzinkannya? Tahun ini Hogwarts juga akan menjadi tuan rumah turnamen sihir yang sudah lebih dari seratus tahun tak pernah diadakan. Tahun ini, Harry yang beranjak remaja, juga mulai naksir cewek. Siapakah cewek beruntung yang kejatuhan cinta penyihir dan Seeker beken ini? Tapi tak semua yang dialami Harry peristiwa hura-hura. Karena mendadak bekas luka di keningnya terasa sakit sekali. Dan di langit malam, muncul Tanda Kegelapan, tanda yang menyatakan bangkitnya Lord Voldemort. Dan itu baru permulaan.

Wujud Lord Voldemort akan kembali sempurna bila dia berhasil mendapatkan darah musuh besarnya, Harry Potter. Dan dengan bantuan abdinya yang setia, Lord Voldemort menculik Harry.

Akhirnya, untuk pertama kalinya selama tiga belas tahun. Harry berhadapan langsung dengan musuh besarya. Dan tak terhindarkan lagi, keduanya berduel...

 

Thursday, 25 April 2013

Close Up Interview Anggota Blogger Buku Indonesia

Memorandum

Kepada : Agen R. Maryana
Dari   : Lev Comander. Komandan tingkat 5.
         Kepala Kantor Pengendali Pusat Distrik 16 NASS
Topik  : Misi Tambahan

Aku tahu kau baru saja kembali dari tugasmu. Tapi aku tidak tahu siapa lagi yang bisa kuminta tolong. Kita perlu informasi dari seorang anggota BBI. Aku tahu kau menyembunyikan identitasmu sebagai anggota SS dengan bergabung bersama BBI. Hanya kau yang bisa menerima tugas ini.

Kau harus mencari tahu tentang atthia. Salah seorang anggota BBI yang mungkin belum kau kenal. Cari tahu apapun yang bisa kau tanyakan.

Kutunggu laporanmu paling lambat tanggal 25 April 2013 pukul 24.00

Perlu kau ingat, aku tidak menerima laporan berisi kronologi kegagalan misi. Lakukan semaksimal mungkin, atau aku akan mengirimku ke pengasingan ke Libya untuk membersihkan semua kloset yang ada.