Kutipan Favorit :
"Aku memperlakukan setiap menit yang kuhabiskan bersama keluarga dan teman-teman bagaikan waktu-waktu yang sangat berharga. Aku memperhatikan wajah dan suara mereka dengan cermat, supaya tidak melupakan semua itu. Aku tahu aku takkan pernah melihat mereka lagi dan hal itu membuat hatiku pedih, tapi hal ini memang harus terjadi. Tidak ada jalan kembali." -Darren Shan-

Cirque Du Freak-Buku pertama Darren Shan Saga oleh Darren Shan

Wednesday, 3 April 2013

Wishful Wednesday [15]

Eh, menang GA luar negeri ya? :D Selamat! Pilih buku apa? The Kill Order-kah? :D

Itu adalah satu-satunya mention yang aku terima kemarin. Datangnya dari @FJrean. Sempet bingung menang giveaway yang mana, karena cukup banyak yang aku ikuti. Yah, kalau bisa dapat gratis, kenapa harus bayar :p Akhirnya aku yang niat lembur kerja jadi batal karena pengen cepet-cepet buka email. Aku memaksa adikku yang les tak jauh dari tempatku kerja untuk mengantarkan laptop yang ia bawa padaku. Meski saat aku mengkopi film flashdisk dia kena virus dan file-nya ke-hide semua.

Setelah bolak-balik sampai seorang dokter bilang kalau aku setrikaan, baju yang kusetrika sudah rapih, aku segera pulang. Bukan hanya untuk mengecek email, tapi juga untuk memastikan kalau aku ikut meme mbak Astrid ;)

Ini dia wishku kali ini.....

 (sumber)


Yah, wishku ini tetep buku kok. Bukan membaca mata siapapun :p


No one knows why Juliette's touch is fatal, but The Reestablishment has plans for her. Plans to use her as a weapon. But Juliette has plans of her own. After a lifetime without freedom, she's finally discovering a strength to fight back for the very first time—and to find a future with the one boy she thought she'd lost forever.
 

Perfect for the fans of Shatter Me who are desperately awaiting the release of Unravel Me, this novella-length digital original will bridge the gap between these two novels from the perspective of the villain we all love to hate, Warner, the ruthless leader of Sector 45.

In Tahereh Mafi’s Shatter Me, Juliette escaped from The Reestablishment by seducing Warner—and then putting a bullet in his shoulder. But as she’ll learn in Destroy Me, Warner is not that easy to get rid of. . .

Back at the base and recovering from his near-fatal wound, Warner must do everything in his power to keep his soldiers in check and suppress any mention of a rebellion in the sector. Still as obsessed with Juliette as ever, his first priority is to find her, bring her back, and dispose of Adam and Kenji, the two traitors who helped her escape. But when Warner’s father, The Supreme Commander of The Reestablishment, arrives to correct his son’s mistakes, it’s clear that he has much different plans for Juliette. Plans Warner simply cannot allow.

Set after Shatter Me and before its forthcoming sequel, Unravel Me, Destroy Me is a novella told from the perspective of Warner, the ruthless leader of Sector 45



tick
tick
tick
tick
tick
it's almost
time for war.

Juliette has escaped to Omega Point. It is a place for people like her—people with gifts—and it is also the headquarters of the rebel resistance.

She's finally free from The Reestablishment, free from their plan to use her as a weapon, and free to love Adam. But Juliette will never be free from her lethal touch.

Or from Warner, who wants Juliette more than she ever thought possible.

In this exhilarating sequel to Shatter Me, Juliette has to make life-changing decisions between what she wants and what she thinks is right. Decisions that might involve choosing between her heart—and Adam's life


And the other book is coming soon. I can't find the pict :p


Kenapa aku ingin membaca buku ini?

Sebelumnya izinkan aku menjelaskan beberapa hal. Pertama, buku ini tidak ditulis oleh pengarang favoritku. Kedua, buku ini tampaknya belum ada di Indonesia. Ketiga, aku hanya pernah satu kali (sejak posting ini dibuat) mendengar nama penulisnya. Keempat, aku sama sekali tidak membaca sinopsisnya meskipun aku memajangnya di sini. Kelima, aku hanya punya satu alasan kenapa ingin membaca buku ini.

Kebetulan blogwalking ke Books à la Mode. Dan kebetulan liat cover 3 buku di atas. Dan langsung kepengen. Alasan yang simple sih. Kepincut cover. Tapi ada yang lebih dari sekedar cover. Orang bilang don't judge the book by it cover. Beberapa berlaku tapi beberapa tidak. Aku menatap mata yang ada di cover buku itu dan terpikat. Sama seperti saat aku melihat seseorang. Matanya adalah hal pertama yang aku perhatikan.



Sekarang, yuk ikutan ber Wishful Wednesday!

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Note : Percaya atau tidak, setengah dari posting di blog ini adalah posting wishful wednesday. Entahlah, rasanya rabu menjadi hari yang kutunggu. Menulis tentang harapan adalah hal yang menyenangkan :D

8 comments:

Miss ZP said...

wah, jarang-jarang aku liat post untuk WW yang sepanjang ini :))
semoga cepat terwujud yaa..

Keke said...

Covernya keren abis. Genre fantasy/dystopian memang lagi in ya. Semoga terkabul :)

Ryana Maryana said...

amin :D
ini sih masih pendek. ada yang jauh lebih panjang XD
tanya aja mbak astrid XD

Ryana Maryana said...

iya :D aku juga lagi suka sama dystopian. Gara-gara The Maze Runner Xd

astrid said...

Tahereh ini lagi hits banget ya terutama sama blogger luar..jadi penasaran sama buku2nya deeh

Tezar said...

haha, iya covernya keren

Ryana Maryana said...

Pantes aja masih keitung sering liat wajah Tahereh di beberapa blog luar...
Sepertinya bukunya memang keren...

Ryana Maryana said...

beneran keren :D

Post a Comment