Kutipan Favorit :
"Aku memperlakukan setiap menit yang kuhabiskan bersama keluarga dan teman-teman bagaikan waktu-waktu yang sangat berharga. Aku memperhatikan wajah dan suara mereka dengan cermat, supaya tidak melupakan semua itu. Aku tahu aku takkan pernah melihat mereka lagi dan hal itu membuat hatiku pedih, tapi hal ini memang harus terjadi. Tidak ada jalan kembali." -Darren Shan-

Cirque Du Freak-Buku pertama Darren Shan Saga oleh Darren Shan

Wednesday, 24 July 2013

Review : Soba Ni Iru Yo by Yoana Dianika

Penulis : Yoana Dianika
Penerbit : Bentang Belia
Tebal : 156 Halaman
Terbit : Maret 2012
Genre : Teenlit
Status : Beli












Sinopsis

Mika Nakajima harus pindah ke Tokyo saat SMA. Kehidupannya di Tokyo serba enggak terduga. Di kelas barunya, Mika bertemu dengan Ren, cowok super-rese yang mengadakan audisi pencarian pacar. la rutin mengadakan seleksi bagi cewek satu sekolah yang mengantre ingin jadi pacarnya. Sialnya, si playboy slebor ini selalu menghantui hidup Mika di Tokyo.

Mika sendiri masih belum bisa melupakan kenangan indah di Desa Shirakawa, kampung halamannya. Takayama bersaudara, sahabat masa kecilnya, masih selalu terbayang di ingatan Mika. Terutama Kak Kenji, cowok yang ia sukai sejak kecil.

Bisakah Mika menaklukkan hidup barunya di Tokyo? Mungkinkah ia bisa bertemu lagi dengan ketiga sahabatnya sewaktu kecil?


Footnote
 
Dear Mika,

Menyenangkan ya tinggal Shirakawa. Aku ingin datang ke festifal-festifal yang kamu ceritakan. Kebudayaan Jepang memang unik.

Oh iya, rasanya temanmu itu tidak banyak ya? Hanya bergaul dengan keluarga Takayama. Kemana-mana pergi berempat dan sungguh sial rasanya kau selalu punya masalah dengan jalan. Hahah, tapi baik Kenji maupun Ren bisa menemukanmu kan?

Aku turut sedih saat kalian terpisah. Pasti sulit beradaptasi dengan lingkungan kota sebesar Tokyo. Tetanggamu di apartemen juga tidak terlalu menyenangkan. Tapi ternyata mereka adalah teman-teman lamamu.

Tentang Ren dan Ayumi. Aku tidak menyangka waktu akan merubah mereka dengan cepat. Tapi ternyata mereka tetap sama. Sikap mereka meski dari segi penampilan mereka terlihat berbeda. Ah, setiap orang tentu berubah kan?

Tapi perubahan drastis mereka....

Aku juga pasti akan menyangka segalanya akan menjadi berbeda....


My Story

Pulang kerja jalan-jalan. Mampir ke showroom Penerbit Mizan untuk membeli buku. Saat itu entah kapan. Yang pasti antara Agustus-September. Aku sengaja ke sana untuk membeli kado ulangtahun. Sudah mulai aku biasakan memberi kado berupa buku meski terkadang ada yang sulit sekali menebak buku apa yang cocok. Saat menunggu buku yang kubeli diambil di gudang, aku melihat-lihat rak. Aku menemukan buku ini. Mengintip harga dan isi di dalamnya. Kupikir buku ini akan cocok denganku. Karena judulnya berbahasa Jepang. Meski sebenarnya aku sama sekali tidak mengerti bahasa Jepang kecuali beberapa kata umum XD




Pin

Bagian persembahan ditulis dalam huruf Jepang. Aku mengenal Katakana, Hiragana dan Kanji tapi tidak pernah benar-benar mempelajarinya. Ini yang membuatku iri pada temanku yang sekolah di SMA. Mereka mempelajari bahasa Jepang. Seorang temanku menaruh kertas yang hampir sebesar pintu di kamarnya dan ada dua huruf kanji di atasnya yang ia buat dengan kuas. Ia mengatakan kalau artinya adalah musim semi. Andai aku bisa....

Cukup curcolnya!

Isi buku. Setidaknya aku mengerti sebagian dari daftar isi ini. Yah, kalau berhitung sih kayaknya bisa. Yang penting kan hafal angka satu sampai sepuluh. Ichi, Ni, San, Yon, Go, Roku, Nana, Hachi, Kyuu, Juu. Lalu kesananya tinggal Juuichi, Juuni, Juusan, Juuyon, Juugo, Juuroku, Juunana, Juuhachi, Juukyuu. Nijuu. Nijuuichi, Nijuuni, Nijuusan, Nijuuyon, Nijuugo, Nijuuroku, Nijuunana, Nijuuhachi, Nijuukyu. Sanjuu. bener gak sih?

Eh, kok malah belajar menghitung -_-

Buku ini tidak hanya berlatar Negri Sakura. Di bagian awal bab selalu ada potongan lirik dari lagu-lagu berbahasa Jepang. Aku kenal hampir semua penyanyi, band juga anime yang ditulis di bagian footnote. Tapi tidak ada satupun lagu yang kukenal XD

Beberapa percakapan juga menggunakan bahasa Jepang. Nambah kosakatalah walau hanya beberapa. Dan kalimat favoritku adalah "Micchi, daisuki...." Itu adalah kalimat pernyataan cinta yang pertama kali kudengar. Biasanya cuma Ai Shiteru dan kadang malah terdengar sudah basi XD

Memang sih inti ceritanya hanya berbelit seputar cinta antara.... Ayumi tidak bisa jauh dari Ren. Ren berlagak playboy dengan mengadakan kompetisi untuk mencari pacar dengan mengukur tinggi rok murid perempuan. Tapi Ren justru memilih Mika yang sudah jatuh hati pada Kenji yang juga sudah menaruh hati pada Nathalia.

Tapi meski endingnya bisa diduga, cerita ini lumayan juga. Buatku sih membantu lebih mengenal Jepang. Dan tata bahasanya juga terasa seperti cerita-cerita Jepang asli. Yakin deh, Yoana ini pecinta manga dan anime juga J-Music. Di biodata twitternya, dia menyatakan pada dunia kalau dia suka Hey! Say! Jump. Tapi pas aku ngecek twitternya--kali aja ganti aliran musik--usernamenya gak aktif. Gak tahu ganti nama atau gimana :|

Membaca cerita ini punya kenikmatan sendiri bagiku.

Buat pecinta Jepang, buku ini aku rekomendasikan ^^



Postcard

0 comments:

Post a Comment